Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
AgricultureConstruction EQMaterial HandlingTop News

Multi Equipment Indonesia Rilis Telelifter Pertama di Indonesia

166
×

Multi Equipment Indonesia Rilis Telelifter Pertama di Indonesia

Share this article
Example 468x60

Multi Equipment Indonesia memperkenalkan telelifter pertama di Asia Tenggara, Multi Telelifter, yang menawarkan fungsi yang beragam.

Multi Telelifter dengan dua opsi attachment, yaitu Fork dan Bucket. Foto: EI

PT Multi Equipment Indonesia memperkenalkan alat angkat yang diberikan nama Multi Telelifter yang menawarkan kapasitas yang beragam. Kalau dilihat sepintas, tampilannya seperti mini telehandler. Tetapi, postur alat ini sontak berubah saat teleskopiknya keluar dari sarangnya. Teleskopik ini bisa menjulur secara horizontal hingga rata dengan tanah (lantai) sejauh 2,5 meter, kemudian naik hingga benar-benar tegak lurus seperti forklift konvensional setinggi 4,6 meter. Teleskopik alat ini juga bisa menjulur ke dalam lambung kontainer dan/atau truk untuk bongkar/muat.

ALTRAK

“Multi Telelifter merupakan kombinasi dari tiga alat berat menjadi satu, yakni Forklift, Wheel Loader dan Skid Steer,” kata Ade Alfriandi, General Manager – Sales PT. Multi Equipment Indonesia kepada Equipment Indonesia saat ditemui awal Desember lalu di workshop-nya yang terletak di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

“Kalau dilihat sepintas, bentuknya seperti mini telehandler atau forklift pada umumnya, tetapi cara kerja dan kemampuannya melebihi kedua jenis alat angkat itu. Sesuai namanya, yaitu Multi Telelifter, alat ini sangat fleksibel dalam mengangkat beban dalam berbagai posisi. Alat ini dapat digunakan untuk berbagai aplikasi hanya dengan mengganti attachment-nya,” ia menerangkan. 

Multi Telelifter dengan attachment Fork cocok digunakan di gudang suku cadang dan workshop.

Multi Equipment Indonesia yang didirikan pada tahun 2021 merupakan perusahaan yang didedikasikan untuk menyediakan alat angkat (lifting equipment) yang multifungsi. Multi Telelifter merupakan salah satu dari sekian alat yang siap dipasarkan perusahaan ini. “Kita memang fokusnya di lifting equipment dengan kegunaan yang beragam,” ujar Ade.

Perusahaan ini tergoda untuk memperkenalkan alat-alat angkat yang cara kerjanya unik ini karena menilai mesin-mesin konvensional seperti forklift, loader dan skid steer tidak fleksibel untuk aktivitas-aktivitas para pelanggan yang beragam di lapangan.

Baca Juga :  Mengintip Solusi-solusi Nol Emisi dan Energi Listrik di Bauma 2022

Forklift hanya bisa dipakai untuk mengangkat secara vertikal, naik dan turun. Opsi pengangkatan menggunakan loader dan skid steer pun juga sangat terbatas. Multi Telelifter memiliki fungsi yang jauh lebih beragam dari kedua alat angkat itu. Selain kemampuannya untuk berfungsi sebagai forklift maupun  seperti telehandler, hanya dengan mengganti attachment-nya, alat ini dapat digunakan untuk berbagai aplikasi,” urainya bersemangat.

Ade menambahkan, selain attachment standar berupa Fork, Multi Telelifter ini bisa menggunakan Bucket, Grapple, Bale Clamp, Tyre Handler dan lain-lain. Juga tersedia hydraulic line eksternal yang tinggal Plug & Play saja.

Ki-Ka: Kukuh Ramadani – After Sales Head, Paul Sun – Direktur Utama dan Ade Alfriandi – General Manager – Sales PT. Multi Equipment Indonesia berpose di depan dua unit mesin Multi Telelifter.

Pengembangan Multi Telelifter, kata Ade, berdasarkan permintaan pasar di Indonesia. Mereka menginginkan alat angkat yang benar-benar serba guna tetapi harganya kompetitif. “Kami develop sebuah produk yang merupakan gabungan dari forklift dan teleskopik. Kemudian kami menggarap konsep hingga desainnya sesuai dengan permintaan para customer di Indonesia. Hanya fabrikasinya yang dilakukan di Cina,” ujarnya. 

PT Multi Equipment Indonesia menawarkan Multi Telelifter dengan kapasitas yang beragam mulai dari yang berkapasitas kecil 3 ton, 4 ton, 5 ton. Unit-unit yang berkapasitas lebih besar sedang dikembangkan, namun arahnya lebih ke Telehandler. Unit yang tersedia saat ini adalah yang kelas 3 ton. Unit-unit yang berkapasitas lebih besar akan segera datang.

Berkomentar mengenai kemampuan angkat Multi Telelifter 3 ton tersebut, Ade mengatakan, meski posturnya ramping, alat ini dapat mengangkat muatan yang ringan hingga berat, tentu disesuaikan dengan kapasitasnya.

Menjelaskan aplikasi-aplikasinya, Ade mengatakan, Multi Telelifter dapat digunakan untuk pekerjaan lifting di pabrik-pabrik industrial dan perkebunan kelapa sawit. “Di pabrik-pabrik, peran alat ini sangat penting karena bisa masuk ke lorong-lorong sempit yang sulit dijangkau baik ke depan maupun ke atas. Lebar Multi Telelifter hanya 1,3 meter dengan panjang tiga meter. Simpel dan manuvernya bagus. Radius putarnya juga kecil sekali,” ucapnya sedikit berpromosi.

Baca Juga :  Solusi Sandvik Turunkan Kebisingan di Quarry

Selain untuk aplikasi di pabrik, Multi Telelifter juga bisa beroperasi di perkebunan, terutama sawit. “Di perkebunan kelapa sawit, alat ini menjanjikan kinerja yang bagus karena menghindari buah sawit tergilas seperti kalau menggunakan alat lain. Bahkan alat ini dirancang untuk dipakai secara rutin di perkebunan sawit dan mampu bekerja selama 4.000 jam dalam setahun,” paparnya.

Hebatnya lagi, kalau perkebunan sawit berlumpur atau tanahnya lembek, alat ini tetap bisa beroperasi. “Tinggal ganti ban. Tersedia dua pilihan ban, ban angin atau ban keras. Dari keduanya, yang paling bagus dan awet adalah yang model ban keras,” ujarnya.

Biaya operasi telelifter ini tergolong sangat murah karena pemakaian bahan bakar yang hemat. Tangkinya bisa menampung 220 liter solar, dan hanya menghabiskan tiga liter solar per jam. Mesinnya bisa mengkonsumsi biosolar maupun B30 dan B40.

Untuk urusan perawatan juga relatif gampang. Standarnya alat ini diservis setelah bekerja 250 jam. Namun, Ade menyarankan,  bila menggunakan bahan bakar solar yang berkualitas lebih bagus, maka setelah bekerja 500 jam baru melakukan perawatan juga tidak apa-apa.

Kemudahan perawatan dan kinerja yang mumpuni itu tidak terlepas dari engine yang digunakan. Telelifter ini ditenagai oleh engine Yanmar, yang dikenal bandel dan suku cadangnya sangat mudah diperoleh. Penggunaan engine yang handal ini membuatnya tidak cepat rewel di lapangan. Untuk garansi engine Yanmar bisa langsung ke PT. Multi Equipment Indonesia ataupun kepada prinsipalnya. Tetapi untuk critical items sudah tersedia lengkap di kantor PT. Multi Equipment Indonesia. “Begitu ada masalah dengan engine, tim kami langsung merespon untuk mengganti parts yang rusak atau melakukan perbaikan yang diperlukan,” ujarnya. 

Baca Juga :  HİDROMEK Kembali Masuk Peringkat Yellow Table

Keunggulan lain telelifter ini, lanjut Ade, engine-nya masih sangat mekanikal. “Alat ini tidak punya sensor-sensor yang membuatnya rentan terhadap berbagai gangguan. Jadi, benar-benar manual. Itu sebabnya, istilah kasarnya, mekanik kaki lima pun bisa mengoperasikannya. Simpel,” imbuhnya.  

Untuk menjamin keselamatan operator selama bekerja, kabinnya memiliki pelindung pada bagian atas maupun kaca depan. Kabin tidak dilengkapi pendingin ruangan karena pintu-pintu samping terbuka. Namun, tersedia kipas angin untuk menghalau panas. Sebetulnya ada maksud lain mengapa tidak menggunakan pintu samping dibiarkan terbuka, yaitu suara orang-orang di sekitar alat tetap bisa terdengar oleh operator di kabin.

Menurut Ade, saat ini perusahaannya fokus memasarkan telelifter kelas 3 ton ini. Bila produk ini mendapat sambutan positif dari pasar, pihaknya akan naik ke mesin-mesin yang kapasitasnya lebih besar, seperti 4 hingga 5 ton. “Kami menunggu respon pasar baru memasarkan model-model yang lebih besar,” kata Ade sembarii menambahkan bahwa telelifter kecil ini sangat serba guna karena multi attachment, dan mudah pengoperasian dan perawatannya. Sayangnya, dia belum berani menyebut harganya, karena akan ada promo awal tahun yang sedang disiapkan. Namun dia memastikan harganya jauh lebih murah dari alat-alat serupa dari pabrikan Eropa. @

Iklan Berca