Pasar skid-steer global diproyeksikan tumbuh 3% pada 2021 dan kecepatan pertumbuhan diperkirakan akan bertahan hingga 2031, dengan industri konstruksi mewakili sekitar separuh dari permintaan pasar.
Skid-steer loader secara historis menjadi salah satu peralatan paling umum di lokasi-lokasi kerja konstruksi karena produktivitas, keserbagunaan dan kemampuan manuvernya, serta biaya pengoperasian yang lebih rendah dibandingkan dengan alat berat yang lebih besar.
Ukurannya yang ringkas dan kemampuannya untuk dengan cepat gonta ganti berbagai attachment dan melakukan berbagai pekerjaan mendorong permintaan lebih tinggi dalam konstruksi – pasar terbesar untuk mesin-mesin ini – pertambangan, pertanian, kehutanan, lanskap, dan industri-industri lainnya. Menurut Fact.MR, pasar skid-steer loader global bernilai sekitar USD2,7 miliar pada tahun 2020.
Permintaan skid steer di pasar global diperkirakan akan meningkat karena aktivitas konstruksi terus meningkat secara global setelah penghentian sementara di berbagai belahan dunia akibat pandemi COVID-19. Sebuah studi terbaru yang dilakukan Fact.MR dengan judul: Skid Steer Loader Market, Trend, Analysis & Competition Tracking – Forecast 2021 hingga 2031, yang dirilis baru-baru ini menyebutkan meningkatnya urbanisasi di banyak kawasan global mengharuskan percepatan proyek-proyek infrastruktur seperti jalan raya dan jalan tol, kereta api dan pelabuhan, yang semuanya cenderung memanfaatkan skid steer dalam skala besar.
Menurut penelitian tersebut, permintaan untuk mesin-mesin skid steer telah meningkat dengan CAGR 2,5-3% secara global selama 5 tahun terakhir. Analisis intelijen pasar terbaru memperkirakan pasar skid-steer global akan tumbuh sekitar 3% pada tahun 2021 dan terus mempertahankan kecepatan ini hingga tahun 2031, dengan industri konstruksi mewakili sekitar setengah dari permintaan pasar. Industri ini diproyeksikan mewakili hampir $1,4 miliar USD pada tahun 2021, atau 49% dari pangsa pasar.
Model-model yang mengangkat secara vertikal, yang menawarkan kapasitas angkat dan stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan model-model yang mengangkat secara radial, permintaannya diperkirakan akan terus sangat tinggi di seluruh sektor pasar, dan diprediksikan dapat mempertahankan lebih dari tiga perempat pangsa pasar selama 10 tahun ke depan. Mesin-mesin skid steer loader kelas ukuran menengah (907 hingga 1.360 kg) diperkirakan juga akan mendominasi selama periode tersebut, menguasai lebih dari 40% dari total pasar.
Meskipun AS secara historis menjadi pengguna utama skid steer, peningkatan aktivitas konstruksi di seluruh kawasan Asia Pasifik Tidak Termasuk Jepang (APEJ) akan mengakibatkan wilayah tersebut menyumbang pangsa tertinggi selama 10 tahun ke depan, mendekati 40%. Fact.MR memperkirakan APEJ akan berkembang pada tingkat tertinggi (+ 3,5%) secara global, dengan China memainkan peran besar karena meningkatnya investasi pemerintah dalam proyek-proyek konstruksi.
Kemajuan teknologi para produsen alat konstruksi meningkatkan kemampuan dan keserbagunaan skid steer dan mempromosikan atribut-atribut berkelanjutan seperti pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon (misalnya, model yang dioperasikan dengan baterai), yang meningkatkan permintaan global untuk alat kecil ini.
Perkembangan penting lainnya di pasar adalah integrasi sistem GPS, loader otonom dan mandiri, konektivitas nirkabel, dan peningkatan kenyamanan operator, Fact.MR melaporkan. (Sumber: Fact.MR)





















