27 C
Jakarta
21 Sep, 2021.

Produsen-Produsen Alat Berat Terkemuka Dunia 2021

Produsen-produsen alat berat Cina – XCMG, Sany dan Zoomlion – bersaing merebut posisi puncak dalam daftar Yellow Table 2021. Mengapa Cina?

Caterpillar masih menduduki peringkat pertama dalam daftar Yellow Table 2021 (Dok. Trakindo)

KHL Group, penerbit asal Inggris yang fokus menggarap segmen industri alat berat, telah merilis daftar produsen-produsen alat berat terkemuka dunia tahun 2021. Posisi-posisi pada daftar Yellow Table itu didasarkan pada penjualan pada tahun kalender 2020 dalam Dollar AS. Mata uang telah dikonversi ke USD berdasarkan nilai tukar rata-rata selama tahun 2020 untuk memastikan keadilan. Data dikumpulkan dari berbagai sumber termasuk akun-akun yang diaudit, pernyataan-pernyataan perusahaan, dan sumber-sumber pihak ketiga yang memiliki reputasi baik.

Kalau bercermin pada kondisi ekonomi global pada tahun 2020, terutama pandemi Covid-19 yang menggerogoti berbagai sendi perekonomian dunia, termasuk industri-industri yang mengandalkan penggunaan alat-alat berat, banyak orang beranggapan industri alat berat akan terpuruk.

Mengutip laporan khl.com (15/5/2021), penjualan alat berat untuk 50 OEM (Original Equipment Manufacturer) teratas dunia pada Yellow Table mengalami pertumbuhan yang baik pada 2017, 2018 dan 2019 – diperkirakan industri ini telah mencapai puncak siklusnya dan disusul dengan sedikit penurunan pada tahun-tahun berikutnya. Perkiraan itu muncul sebelum terjadinya pandemi Covid-19, sehingga mereka yang berada di industri ini dapat dimaafkan karena membaca ini dengan satu mata tertutup, bertanya-tanya seberapa jauh total penurunan penjualan pada Yellow Table itu.

Jawaban singkatnya: tidak sebanyak yang diharapkan. Yellow Table tahun lalu (yang menunjukkan penjualan produsen-produsen alat berat untuk 2019) mencapai US$202,7 miliar, rekor tertinggi.

Yellow Table tahun ini, dengan penjualan dari perusahaan-perusahaan pada tahun 2020, mencapai total US$191,5 miliar. Penurunannya 5,5%;  jauh lebih rendah dari yang diperkirakan.

Cina jadi penentu

Salah satu mesin Mobile Crane XCMG. Peringkat XCMG telah pindah dari nomor empat ke urutan tiga dalam Yellow Table 2021 (Foto:EI)

Kalau kita merunut lagi ke belakang, pada 2018 penjualan alat berat pada Yellow Table senilai US$184 miliar – ini adalah tahun yang kuat bagi industri alat berat. Pada tahun 2020, saat terjadi pandemi global dan lockdown di mana-mana, penjualan justru naik US$7,5 miliar. Bagaimana itu terjadi? Ada beberapa alasan, tapi mari kita mulai dengan yang paling penting: Cina.

Tanpa pertumbuhan OEM-OEM Cina dalam daftar ini, tidak ada keraguan bahwa penurunannya akan lebih tinggi dari 5,5%. Cina merupakan satu-satunya pasar peralatan konstruksi utama yang tumbuh pada tahun 2020. Di bawah tekanan pandemi Covid-19, pemerintah negeri tirai bambu itu dengan cepat menerapkan rencana stimulus pada awal April 2020 yang mendorong lonjakan langsung penjualan alat.

Menurut Off-Highway Research, Cina mengalami peningkatan sekitar 14% untuk penjualan alat berat, sementara pasar-pasar besar utama lain semuanya turun. Pada tahun 2020 penjualan di Cina setara dengan lebih dari sepertiga dari semua penjualan global – maka tidak mengherankan jika pergerakan utama dalam daftar Yellow Table 2021 berasal dari pabrikan-pabrikan Cina.

Sebelum kita melihat ini, ada nama yang tidak asing di posisi puncak daftar Yellow Table ini: Caterpillar. Raksasa industri yang berbasis di AS ini menempati posisi yang sudah lazim selama ini, yaitu di nomor satu dengan penjualan US$24,8 miliar – turun dari US$32,8 miliar tahun lalu. Bahkan dengan penurunan penjualan ini, perusahaan ini masih berada di posisi teratas, disusul Komatsu di urutan kedua dengan penjualan US$19,9 miliar, turun dari tahun lalu US$23,2 miliar.

Setelah dua pemain teratas yang selama ini menguasai Yellow Table, ada banyak pergerakan di ujung atas tabel itu, dan mestinya hal itu tidak mengejutkan siapa pun bahwa pergerakan-pergerakan itu berasal dari perusahaan-perusahaan Cina. XCMG telah pindah dari nomor empat ke urutan tiga dengan penjualan meningkat dari US$11,1 miliar menjadi US$15,1 miliar, dan disusul oleh Sany yang bergerak dari nomor lima tahun sebelumnya  ke posisi keempat kali ini. Sany mengalami peningkatan penjualan dari US$10,9 miliar menjadi US$14,4 miliar.

Di posisi lima besar Yellow Table kali ini masih ada perusahaan Cina lain yang menunjukkan kekuatannya, yaitu Zoomlion, yang telah mengalami peningkatan yang luar biasa di grafik tersebut. Pabrikan ini telah bergeser dari nomor sepuluh ke nomor lima, mobilitas begitu tinggi yang hampir belum pernah terjadi sebelumnya.

John Deere turun dari nomor tiga ke nomor enam dan nomor tujuh hingga sepuluh semuanya turun satu peringkat dibandingkan tahun lalu, dengan Volvo CE di peringkat tujuh, Hitachi Construction Machinery di peringkat delapan, Liebherr di peringkat sembilan dan Doosan Infracore di urutan sepuluh besar.

Hyundai Heavy Industries yang telah mengonfirmasi pengambilalihan Doosan Infracore dengan saham di bawah 35% memberikannya kendali manajemen bisnis, akan menarik untuk melihat bagaimana hal ini berdampak pada penjualan kedua perusahaan itu. Hyundai telah menyatakan tekadnya untuk mengangkat kedua perusahaan ini ke level tertinggi di pasar alat berat global.

 Jatuh dan bangun

Tiga produsen Cina – XCMG, Sany dan Zoomlion – berebutan menuju puncak daftar Yellow Table (Foto: EI)

Yellow Table tahun ini telah mengalami lebih banyak  pergerakan di sepuluh besar (top ten) daripada yang standar – pandemi global merupakan situasi tidak biasa yang telah menyebabkan volatilitas makin tinggi. Penggerak terbesar di sepuluh besar adalah Zoomlion, yang bergerak dari posisi 10 ke posisi lima, dan salah satu penggerak terbesar di mana saja pada Yellow Table kali ini.

Metso Outotec melompat empat peringkat dari 16 ke nomor 12 – hal ini sebagian dapat dijelaskan oleh fakta bahwa dalam daftar tahun lalu mereka hanya Metso dan, sejak itu, Metso dan Outotec telah merampungkan merger keduanya.

Sebagian besar langkah lain pada Yellow Table 2021 terjadi pada pabrikan-pabrikan Cina. LiuGong mengalami kenaikan yang sehat dari 19 ke 15, Lonking naik lima peringkat ke peringkat 23 dan spesialis mini-excavator Sunward naik empat peringkat, begitu pula Foton Lovol.

Sany naik ke posisi keempat dari posisi lima tahun sebelumnya.

Perusahaan-perusahaan yang posisinya bergeser ke bawah, antara lain, Terex yang turun empat tempat ke nomor 17, Oshkosh Access Equipment (perusahaan induk dari produsen alat akses JLG) – turun lima tempat, dan Bauer turun tiga tempat.

Terdapat satu entri baru di Yellow Table tahun ini, yakni produsen peralatan akses yang berbasis di Cina, Dingli, di nomor 46. Cina merupakan pasar yang tumbuh pesat untuk peralatan akses seiring dengan adanya undang-undang mengenai kesehatan dan keselamatan kerja di negara itu.

Melihat ke depan penjualan perusahaan-perusahaan OEM lebih baik pada tahun 2020 daripada yang diharapkan, terutama jika kita melihat kembali hari-hari gelap selama lockdown pertama dan ketidakpastian yang ditimbulkannya.

Sejumlah OEM telah merilis angka penjualan kuartal satu untuk tahun 2021, dan hasilnya positif dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Masuk akal untuk mengharapkan hasil yang lebih baik pada kuartal kedua tahun ini, saat pandemi Covid-19 benar-benar sudah global, menjadi lebih baik dalam perbandingan.

Oleh karena itu, masuk akal untuk mengharapkan Yellow Table untuk tahun depan akan menunjukkan pertumbuhan, dari apa yang sudah menunjukkan pertumbuhan yang kuat sekarang ini. Namun, tetap diperlukan kehati-hatian. Alasan mengapa Yellow Table menunjukkan pertumbuhan yang baik tahun ini adalah Cina – pasar bergantung pada negara tersebut hingga tingkat yang bisa disebut tidak sehat pada tahun 2020.

Di masa lalu, ketika Cina telah banyak berinvestasi di bidang infrastruktur dan memberikan stimulus ekonomi hingga menimbulkan stimulus boom, terjadi sebuah kehancuran berupa resesi yang menyakitkan pada tahun 2010-2011. Indikasi-indikasinya adalah bahwa pelajaran-pelajaran yang telah dipetik dan tahun 2021 akan mengalami ‘soft landing’, penurunan kecil, tetapi itu adalah sesuatu yang harus diwaspadai.

Para pemerintah di seluruh dunia terus melakukan investasi untuk proyek-proyek infrastruktur skala besar selama pandemi dan tidak ada tanda-tanda untuk menghentikannya. Pasar-pasar utama di seluruh dunia yang menurun pada tahun 2020, seperti Amerika Utara dan Eropa, akan mengalami pertumbuhan pada tahun 2021 tetapi Cina tetap menjadi pertanyaan besar – jika penurunan pada tahun 2021 ‘soft’ maka tahun depan kita akan melihat hasil yang lebih sehat untuk Yellow Table. (Sumber: khl.com)

Related posts