26.1 C
Jakarta
Nov 21, 2019.
Image default

Renault Trucks Perkenalkan K Range, Heavy Duty Trucks Varian Baru

Renault Trucks meluncurkan secara resmi heavy duty truck K Range di pasar Indonesia, yang membidik pasar di sektor tambang, minyak dan gas, serta perkayuan (logging).

Renault Heavy Duty Trucks, K Ranges, yang diluncurkan di Jakarta Juni lalu.

Sekitar tiga tahun tanpa khabar, Renault Trucks kembali hadir dengan memperkenalkan heavy duty trucks. Dengan dukungan dealer lokal PT. Indo Trakror Utama (ITU), yang menjadi distributor resmi di Indonesia sejak 2009, pabrikan otomotif asal Prancis ini meluncurkan heavy duty truck K Range. Sebagaimana model-model terdahulu seperti GBH (1970-an), CBH dan Kerax (1990-an), varian anyar ini menyasar segmen pasar industri tambang, logging atau perkayuan serta oil & gas (migas).

Presiden Direktur PT. Indo Traktor Utama, Bambang Prijono, mengatakan dari empat tipe yang dibuat Renault, ada tiga tipe K Range yang dihadirkan untuk pasar Indonesia saat ini. Pertama, tipe 6×4 dengan kapasitas mesin 11 liter dan  tenaga 440 Horse Power (HP). Tipe ini hadir dalam dua bentuk, yaitu rigid dan tractor. “Tetapi yang paling banyak tentu saja rigid karena itu nanti paling banyak dipakai untuk overburden di tambang batubara,” ujarnya saat peluncuran K Range di Jakarta, Selasa (25/6) lalu.

Tipe kedua adalah 6×6 yang juga hadir dalam model rigid dan tractor. Tipe 6×6 dengan kapasitas mesin 13 liter dan 460 HP, menurut Bambang, cocok digunakan untuk utility di industri tambang. “Misalnya buat fuel truck untuk mengangkut solar. Kalau di oil and gas, untuk mengangkut rig,” ujarnya.

Tipe ketiga adalah 8×4 yang juga memiliki kapasitas mesin 13 liter dan 460 HP. Kalau  8×4, menurut Bambang, cocok digunakan  untuk coal hauling atau angkut batubara karena berukuran panjang  dan besar. “Batubara kan lumayan enteng itu, paling density-nya 0,8 ton per meter kubik. Jadi bisa muat banyak,” ucapnya.

Bambang mengakui persaingan truk berat untuk segmen pertambangan memang cukup tinggi. Karena itu strategi yang dilakukan oleh Renault dan Indo Traktor Utama adalah menghadirkan extrem loader 8×4 dengan vessel (bak) hingga 40 kubik. Biasanya, kanjut dia, tipe 8×4 memiliki vessel 35 kubik.

“Untuk Renault bisa 40 kubik karena  kita memperkuat vessel belakang. Kapasitasnya bisa sampai 36 ton sehingga Renault Trucks untuk 8×4 bisa mengangkut batubara 40 meter kubik. Kita harapkan ini jadi keunggulan, menjadi daya tarik bagi customer kita karena memberikan productivity yang lebih baik,” ujarnya.

Untuk harga, Bambang mengungkapkan, tipe 8×4 lengkap dengan body dibanderol di kisaran Rp 2,2 miliar.  Sedangkan tipe 6×6 sekitar Rp 2,1 miliar dan 6×4 kalau lengkap dengan body baknya sekitar Rp 1,8 miliar. EI

 

Related posts

Model Kemitraan “Share for Rent”

William Syukur

Mengapa Mitra Rental Membidik Alat-Alat Khusus?

William Syukur

Mengapa Berca Mandiri Perkasa Memilih LONKING?

William Syukur