Sebuah robot yang dikendalikan dari jarak jauh memperlihatkan kecekatan mobilitas dan operasi yang luar biasa dalam operasi penyelamatan di daerah yang terkena bencana.

Sekelompok peneliti yang berasal dari beberapa universitas di Jepang mengembangkan sebuah robot prototype untuk penanganan bencana. Robot ini secara drastic meningkatkan kemampuan operasi dan mobilitas dibandingkan mesin-mesin konstruksi konvensional saat menangani bencana, menurut laporan constructionequipment.com (14/12).
Sebagai bagian dari Tough Robotics Challenge Program dari Impulsing Paradigm Challenge melalui Disruptive Technologies Program (ImPACT), para periset di Osaka University, Kobe University, Tohoku University, Tohoku University, University of Tokyo, dan Tokyo Institute of Technology telah mengembangkan sebuah prototype robot konstruksi untuk penanganan bencana.
ImPACT group berusaha mengembangkan robot-robot konstruksi untuk penanganan bencana, terutama upaya penyelamatan, seperti mencari korban di bawah reruntuhan, menyingkirkan puing-puing bangunan dan sebagainya. Tim peneliti sudah menguji kemampuan robot ini di tempat-tempat yang sama dengan lokasi-lokasi bencana yang sebenarnya.
Secara sekilas tampilan robot prototype ini sama dengan hydraulic shovel pada umumnya. Namun, alat ini memiliki tenaga sangat besar dan mobilitas yang tinggi dan menyediakan feedback resistance data untuk lokasi-lokasi terpencil.
Teknologi robot yang dikembangkan oleh kelompok peneliti Jepang ini meliputi:
- Teknologi untuk mengendalikan dengan cepat dan tepat mesin-mesin bertenaga besar dengan inersia yang tinggi untuk mencapai nilai-nilai target mengenai lokasi dan kecepatan lewat penyetelan yang bagus dan dengan mengontrol tekanan-tekanan pada sebuah silinder dengan kecepatan-kecepatan tinggi.
- Teknologi kontrol mesin yang mengestimasi beban eksternal dari banyak tingkat kebebasan (degree of freedom/DOF) robot yang digerakkan secara hidrolik dari tekanan oli dari masing-masing silinder hidrolik. Kekuatan yang diestimasikan digunakan untuk kontrol tenaga atau feedback kekuatan kepada operator robot penyelamat yang dioperasikan dari jauh.
- Sensor-sensor yang mengukur vibrasi frekuensi tinggi yang terpasang pada ujung efektor robot yang memberikan feedback getaran karena sentuhan operator.
- Kemampuan untuk menerbangkan sebuah “drone” (ke tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh operator untuk mendapatkan informasi gambar. Lama penerbangan dan titik pendaratan drone tersedia karena pasokan tenaga melalui sambungan listrik dan sebuah helipad yang diberi tenaga untuk menambatkan drone itu.
- Sebuah kamera yang dipasang pada robot yang menunjukkan kepada operator gambar-gambar real time dari area sehingga operator dapat menilai area di sekeliling robot.
- Sebuah kamera sinar inframerah jarak jauh yang menangkap cahaya bergelombang panjang yang memungkinkan operator untuk menggunakan robot bahkan dalam kondisi cuaca buruk, seperti berkabut.
ImPACT group juga menggarap robot-robot baru dengan mekanisme rotasi ganda dan lengan ganda dengan maksud mencapai kemampuan operasi dan kemampuan adaptasi lapangan.@



















