Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Iklan Multi
Iklan Multi
Example 728x250
BusinessTop News

Trina Solar Siap Bantu Wujudkan Transisi Energi

96
×

Trina Solar Siap Bantu Wujudkan Transisi Energi

Share this article
Example 468x60
Elva Wang, Head of Southeast Asia Trina Solar APAC Region dalam acara Media Briefing di Jakarta awal Maret 2023. Foto: EI

Indonesia adalah negara khatulistiwa yang kaya dengan sinar matahari. Hanya sayang, selama berpuluh-puluh tahun kekayaan ini tidak dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai sumber energi bagi negeri ini. Belakangan baru mulai bermunculan upaya untuk memanfaatkan kekayaan ini sebagai sumber energi alternatif. Itu pun terjadi karena semakin minimnya ketersediaan bahan bakar fosil dan makin membengkaknya anggaran yang dihabiskan negara untuk mengimpor dan mensubsidi bahan bakar minyak (BBM).

Seiring dengan kebijakan pemerintah untuk menggencarkan penciptaan energi baru dan terbarukan, berbagai pihak, termasuk pihak swasta berlomba-lomba menggarap potensi kekayaan Indonesia ini, yaitu memanfaatkan matahari sebagai sumber energi yang ramah lingkungan. Selain itu, banyak sektor swasta yang ingin mencicipi sektor itu di Indonesia karena potensi pasarnya sangat besar.

ALTRAK

Inilah yang menjadi salah satu alasan Trina Solar, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang energi matahari, untuk semakin memperluas pasarnya di Indonesia. Selain untuk menciptakan capaian baru pada usianya yang ke-25, juga menyongsong kebijakan Pemerintah Indonesia untuk mencari dan menghasilkan energi baru dan terbarukan.

Tentang kesiapan Trina Solar merambah pasar Indonesia dipaparkan oleh Elva Wang, Head of Southeast Asia Trina Solar APAC Region dalam acara bertajuk Media Briefing yang berlangsung di Jakarta 1 Maret 2023 lalu. Ia menjelaskan, Pemerintah Indonesia sudah menetapkan target energi terbarukan sebesar 23% dari bauran energi pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050. Sementara energi terbarukan saat ini baru menyumbang 11-14% dari bauran energi Indonesia. Namun tantangan bagi Indonesia adalah memastikan pertumbuhan energi terbarukan tidak hanya sejalan dengan pertumbuhan konsumsi energi – seiring dengan pertumbuhan populasi dan ekonomi – tetapi juga harus melampauinya agar Indonesia dapat mencapai target energy terbarukan.

Baca Juga :  WHEEL LOADER TERBARU JCB 455ZX

Sementara laporan yang dikeluarkan oleh International Renewable Energy Agency (IRENA) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Oktober 2022 lalu tentang Outlook Transisi Energi Indonesia memperkirakan bahwa populasi Indonesia akan mencapai 335 juta orang selama tiga dekade mendatang. Diperkirakan permintaan listrik akan tumbuh setidaknya lima kali lipat menjadi lebih dari 1.700 terawatt hour (TWh) pada tahun 2050.

Laporan tersebut merekomendasikan untuk meningkatkan sumber daya utama yang dapat diperbarui seperti matahari. Hingga saat ini, batubara masih menyumbang lebih dari 40% bauran energi Indonesia dan 60% pembangkit listrik. Sementara solar mewakili persentase yang lebih kecil daripada pembangkit listrik tenaga air dan panas bumi.

Padahal, terlalu mengandalkan batubara sebagai sumber energi sudah bertentangan dengan tren global. IRENA mengatakan, dunia pada tahun 2021 menambahkan hampir 257 gigawatt (GW) energi terbarukan dan 133 GW di antaranya disumbang oleh tenaga surya. Kapasitas energi surya Indonesia pada 2021 meningkat 14% menjadi 211 megawatt (MW) dari 185MW, kata IRENA. Indonesia menempati urutan ketujuh di Asia Tenggara untuk energi surya di bawah (secara berturut-turut) Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Kamboja.

Elva Wang mengatakan, Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk bertransisi menuju energi bersih. Dengan kekayaan sumber energi yang dimiliki, target yang sudah dipatok pemerintah itu bisa tercapai. Modul surya dapat dipasang dengan cepat dan mudah di atap rumah dan lahan kosong. Sehubungan dengan itu, Trina Solar sebagai salah satu pemain di sektor energi matahari ini, melayani semua segmen pasar residensial, komersial dan industri (C&I), dan skala utilitas. Tenaga surya memberikan kebebasan kepada perumahan dan bisnis K&I untuk memenuhi kebutuhan energi mereka sendiri, memitigasi kenaikan harga listrik, dan berkontribusi pada transisi ke energi terbarukan dan perang melawan perubahan iklim.

Baca Juga :  Mengapa PT Kobexindo Tractors Tbk Ingin Masuk ke Berbagai Segmen Pasar?

Modul surya, kata Elva Wang, adalah solusi paling hemat biaya dan menghasilkan biaya energi levelized (LCOE) yang lebih rendah. Output daya modul telah meningkat pesat. Pada tahun 2009, modul baru memiliki rata-rata 290W, tetapi saat ini modul berdaya tinggi adalah 500W+. Sementara biaya modul telah menurun karena teknologi manufaktur yang lebih baik dan ‘skala ekonomi’. Tenaga surya kini telah mencapai paritas jaringan di banyak pasar dan menghasilkan biaya listrik yang lebih rendah daripada jaringan listrik.

Sementara itu menjawab pertanyan Majalah Equipment Indonesia, Elva Wang mengaku bahwa sebagai penyedia energi bersumber pada matahari, mereka memang belum masuk ke sektor industri alat berat dan pertambangan di Indonesia. Namun begitu, ini adalah salah satu potensi pasar yang menjanjikan di Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam. Apalagi, manufaktur alat berat yang beroperasi di daerah pertambangan juga sudah mulai mengembangkan alat-alat berat bertenaga listrik. 

Karena itu, di tengah isu pengurangan emisi karbon maka menyediakan energi listrik berbasis matahari di sektor pertambangan juga mutlak penting ke depan. Hanya saja, di Indonesia mereka belum masuk ke sana. Namun di luar negeri, Trina Solar sudah membangun sumber energi listrik berbasis matahari di sejumlah daerah pertambangans, termasuk di China. EI

 

 

Iklan Berca