
Meski baru seumur jagung bermitra dengan Truk Tonly, PT United Equipment Indonesia (UNIQUIP) sudah mampu menembus pasar alat berat Indonesia, terutama di sektor truk pertambangan baik batu bara maupun mineral. Hal itu disampaikan Area Manager UNIQUIP, Abdul Muchlis Muslimin, saat berbicara dengan Equipment Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta.
Pria yang akrab disapa Muchlis ini menjelaskan, truk tambang Tonly yang dijual UNIQUIP di Indonesia berada di antara Articulated Dump Truck (ADT) dan Off Highway Truck (OHT). Pembedaan antara ADT dan OHT ini berdasarkan tonasenya. Meski berada di antara dua kelas itu, sebetulnya truk-truk keluaran Tonly ini lebih mendekat ke kelas ADT.
“Tonase Tonly berada di tengah-tengah. Bahkan ada yang mendekati angka Off Highway Truck. OHT Tonly mendekat ke sana kayak kelas-kelas Komatsu dengan yang lain itu. Tonly punya truk yang tonasenya sampai 80 ton. Bahkan pabrikan ini mau keluarin yang di atas 100 ton,” ungkapnya.
Adapun ADT Tonly yang dijual UNIQUIP di Indonesia sesungguhnya terdiri dari tiga tipe, yaitu kelas 35 ton, 60 ton, 80 ton. Namun, untuk kelas 80 ton belum berjalan. Sejauh ini, yang dijual di Tanah Air baru kelas 35 ton dan 60 ton.
Kelas 35 ton, kata Muchlis, didesain khusus untuk daerah-daerah pertambangan yang berlumpur. Karena itu, ADT kelas 35 ton ini banyak beroperasi di wilayah Kalimantan yang karakternya berlumpur. “Di daerah-daerah seperti itu, Tonly 35 ton dapat berfungsi dengan baik. Jadi, meskipun setengah ban tenggelam dalam lumpur, truk itu tetap bergerak,” ujarnya.
Sementara kelas 60 ton lebih banyak untuk pekerjaan overburden (OB). “Kalau untuk hauling batu bara, kebanayakan menggunakan truk ini. Mengapa? Karena hauling itu lebih banyak kaitannya ke produksi. Untuk bawa ke vessel, kita pakai yang lebih besar, biasanya yang 60 ton,” ungkapnya.
Menjelaskan lebih jauh tentang truk kelas 60 ton ini, Muchlis mengungkapkan bahwa RDT ini menggunakan dua jenis transmisi, yaitu transmisi manual dan matic. Yang menggunakan transmisi manual adalah tipe TL875KR, sedangkan yang menggunakan transmisi matic adalah tipe TLD90. “Baik Tonly yang manual maupun matic, semuanya laris manis di pasar Indonesia saat ini,” kata Muchlis dengan sedikit berpromosi.
Angka penjualannya pun cukup fantastis untuk sebuah dealer yang baru satu tahun mengageni Tonly. Bahkan hanya dalam tempo beberapa bulan sejak mengageni Tonly, UNIQUIP sudah mampu menjual 100 unit. “Ini campur, baik yang manual maupun matic dan kelas 35 ton. Dan ini terjadi hanya beberapa bulan sejak kami mengageninya,” ujarnya.

Dalam pameran Mining 2022 pada September silam, UNIQUIP memamerkan off-road dump truck TL849 berpenggerak 6×4 dan tipe 849 dengan penggerak 6×6. Dengan penggerak seperti itu, ADT itu paling jago melintas di lokasi berlumpur. Namun, unit-unit Tonly ini juga tidak kalah di tanjakan. Pasalnya, truk-truk ini memang dibuat sesuai dengan ketentuan dan aturan area pertambangan yang sangat memperhatikan faktor keselamatan, termasuk ketika melintasi tanjakan.
“Kalau di tanjakan, hampir semua truk pasti memiliki kemampuan gradeability atau kemampuan menanjak. Sebab, tambang itu sangat sensitif dengan safety,” kata Muchlis lagi.
Pada bagian lain, Muchlis mengungkapkan, mesin-mesin ADT buatan Tonly lebih pas untuk pertambangan baik batu bara, mineral, emas, nikel dan lainnya. Tetapi tidak disarankan untuk tambang batu (quarry). Sebab, tambang batu itu pada umumnya berada di daerah yang melewati jalan nasional. Sementara ADT Tonly didesain untuk off-road dan tidak memiliki plat nomor.
“RDT Tonly itu untuk off-road. Lebarnya tiga meteran. Kalau truk-truk off-road ini melintas jalan umum, kendaraan-kendaraan lain tidak bisa melintas. Bisa didemo warga nanti. Jadi, quarry boleh saja, tetapi selama area yang ditambang adalah area yang bukan akses umum,” pungkasnya. @


















