26.8 C
Jakarta
Nov 21, 2019.
Image default

Cat® Global Operator Challenge, Ajang Untuk Perkuat Kompetensi Operator

PT Trakindo Utama akan mengutus tiga orang pemenang Final National Cat® Global Operator Challenge untuk mewakili Indonesia pada persaingan tingkat regional yang akan digelar di Jepang, November 2019.

Lagu ‘We Are Champhions’ menggema di Trakindo Training Centre kawasan Cileungsi, Bogor jelang tengah hari, Rabu (28/8). Lagu karya grup band rock Inggris, Queen itu mengiringi  tiga operator alat berat naik ke podium kemenangan Final National Cat® Global Operator Challenge yang diselenggarakan PT Trakindo Utama.

Cat® Global Operator Challenge merupakan kompetisi untuk menguji kemampuan dan keterampilan para operator alat berat di Indonesia. Ajang ini baru pertama kali digelar Trakindo pada tahun ini. Pelaksanaannya, dilakukan secara bertahap mulai dari level regional hingga tingkat nasional. Sebelum final di tingkat nasional, Trakindo menggelar babak penyisihan di empat region yaitu Sumatera yang dipusatkan di Palembang, Kalimantan di Banjarmasin, Indonesia timur di Makasar dan region Jawa di Yogyakarta.

Kompetisi ini diikuti operator-operator alat berat para pelanggan Trakindo dan juga masyarakat umum. Persyaratan yang wajib dipenuhi para kontestan adalah sudah berusia minimal 25 tahun dan memiliki sertifikat dari perusahaan sebagai operator alat berat. Selain itu, peserta juga minimal mampu mengoperasikan tiga alat: excavator, wheel loader dan crusher.

Dari empat region babak penyisihan,  terpilih masing-masing dua kontestan terbaik untuk bertarung pada pertandingan final di level nasional. Babak penyisihan sudah dilakukan sejak awal Juli hingga pertengahan Agustus lalu.

Dari delapan kontestan yang berlaga di final yang dihelat di Trakindo Training Centre di Cileungsi terpilih tiga operator yang menjadi pemenang. Mereka adalah Edi Marno selaku operator alat berat CV Cahaya Indra Laksana (Yogyakarta); Rusdi Welo selaku operator PT Vale Indonesia Tbk (Makassar) dan Luter Rupang selaku operator PT Bukaka Teknik Utama Tbk (Makassar).

Pantauan Equipment Indonesia, dalam kompetisi final ini para kontestan diuji kemampuannya mengoperasikan  Hydraulic Excavator CAT 320, Mini Exavator CAT 305.5 E2 dan Wheel Loader CAT 924K.  Delapan kontestan ditantang untuk melakukan beberapa pekerjaan dengan menggunakan tiga alat tersebut. Pertama, melakukan penggalian  (trenching) menggunakan teknologi 2D grade dalam waktu  10 menit dengan mengoperasikan excavator 320. Kedua, memasukan bola target dengan cara zig-zag dalam waktu enam menit menggunakan mini excavator 305.5 E2. Aksinya mirip seperti main golf tetapi menggunakan mini excavator. Dan ketiga, mengangkut dan memindahkan material dalam waktu 10 menit menggunakan wheel loader CAT 924K.

Rozy Andrianto, Division Head Construction Industry Marketing Trakindo menjelaskan beberapa aspek yang dinilai dalam kompetisi ini. Pertama, safety atau keselamatan. Kontestan dinilai mulai dari dia jalan dari panggung menuju alat berat yang akan dia operasikan. Cara dia naik dan turun termasuk saat dia mengoperasikan alat dilihat apakah sesuai dengan standar keselamatan kerja.  Rozy menegaskan aspek keselamatan sangat penting dalam mengoperasikan alat berat. Produktifitas tinggi tak ada artinya bila terjadai kecelakaan. “Kita tidak mengkompromikan safety,” ujarnya saat konferensi pers di sela-sela acara.

Aspek penting selanjutnya yang dinilai adalah kompetensi dalam mengoperasikan alat dan produktifitasnya. Dalam menggunakan excavator CAT 320, misalnya kontestan diminta mengoperasikan mesin untuk menggali parit dengan lebar seukuran paket dan kedalaman satu meter. “Apakah operator tersebut melaksanakan pekerjaanya sesuai dengan spek yang diinginkan dengan waktu yang cepat,” ujar Rozy.

Demikian juga dalam hal mengoperasikan mini excavator 305.5 E2. Meski tantangan yang diberikan adalah permainan, tetapi kompetensi yang dilihat adalah kemampaun operator dalam mengoperasikan joystick dan konsul dari alat tersebut. “Sehingga  kalau diminta melakukan pekerjaan dengan spek apa pun dia akan bisa,” ujarnya.

Untuk wheel loader, kemampuan yang dilihat adalah load and carry yaitu memasukan dan kemudian memindahkan muatan ke truk. “Otomatis tetap productivity yang ingin diperlukan. Pengisian ke truk yang paling cepat dan paling efisien itu juga ditentukan,” ujarnya.

Delapan finalis yang berlaga dalam kompetisi ini, menurut Rozy, adalah kontestan terbaik dari setiap region yang memiliki kompetensi dalam mengoperasikan alat, memiliki produktifitas yang tinggi dan tetap menjaga aspek keselamatan. “Semuanya dinilai, bukan cuma satu excavator saja, atau wheel loader saja tetapi kombinasi dari semuanya,” ucapnya.

Rudi Welo, salah satu dari tiga operator yang menang pada ajang final, mengatakan semua tantangan yang diberikan memiliki tingkat kesulitannya masing-masing dan memiliki cara tersendiri untuk dapat melakukannya dengan baik. “Saya senantiasa memperhatikan instruksi yang diberikan selama menjalani setiap tantangan. Sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan kerja di setiap tantangannya,” jelas Rusdi yang menjadi operator di  PT Vale Indonesia Tbk ini.

Berlaga di Jepang

Tiga kontestan yang menang dalam babak final kompetisi ini selanjutnya akan berlaga dalam kompetisi serupa yang akan digelar di Jepang pada pertengahan November nanti. Mereka akan bersaing dengan operator-operator alat berat dari berbagai negara di Asia, seperti Thailand, Australia, Jepang, China dan Taiwan. “Di regional Jepang itu kita akan bertanding dengan operator-operator terbaik dari negara-negara lain,” kata Rozy.

Selanjutnya, kontestan yang menang saat kompetisi di Jepang akan berlaga dalam level internasional yang rencanaya akan diadakan bersamaan dengan Conexpo-Con di Las Vegas, AS pada Maret 2020 nanti.

Rozy percaya operator-operator alat berat dari Indonesia bisa bersaing dengan operator-operator alat berat dari negara lain. Menurutnya, kelebihan yang dimiliki operator alat berat di Indonesia adalah mempunyai skill yang bermacam-macam karena negara ini dikaruniai kekayaan alam yang beragam. Di sini ada hutan, kebun kelapa sawit, tambang dan pekerjaan konstruksi dari berbagai proyek infrastruktur. “Karena sumber daya kita cukup luas, berbagai macam pekerjaan dari Indonesia, saya yakin mereka akan sangat bisa berkompetisi,” ujarnya.

Tiga orang operator alat yang menjadi pemenang mengaku siap untuk bertarung dengan operator-operator terbaik dari negara lain di Asia. “Saya sangat senang dan juga bangga karena terpilih sebagai yang terbaik. Doa saya untuk bisa ikut tampil ke Jepang mewakili Indonesia terkabul. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk berjuang dan sisanya saya serahkan kepada Tuhan untuk hasil yang terbaik,” jelas Edi Marno selaku Operator dari CV Cahaya Indra laksana asal Yogyakarta yang sudah berpengalaman sebagai operator alat berat selama 6 tahun.

Hal yang sama juga disampaikan Luther Rupang, operator di PT Bukaka Teknik Utama Tbk. Pria yang sudah menjadi operator selama 8 tahun ini mengatakan siap untuk menghadapi kompetisi ini sejak babak penyisihan di Makassar 25 Juli lalu. “Ke depannya saya ingin mempelajari lebih jauh teknologi yang dimiliki oleh unit alat berat Caterpillar, agar saya semakin handal dalam mengoperasikannya guna memberikan performa terbaik dalam tahapan kompetisi selanjutnya,” ucapnya.

Berperan vital

Rozy mengatakan sebagai aset produksi, alat berat harus didukung oleh tiga kompenen utama agar produktifitas kerja terjaga. Pertama, produk yang unggul. “Kita mempunyi produk Caterpillar yang sudah teruji,” ujarnya.

Kedua, dealer yang teruji, yaitu memiliki after sales capability dan support terhadap produk-produk yang dibeli yaitu PT Trakindo Utama. Ketiga, ini yang tak kalah penting, yaitu operator. Operator yang mengoperasikan alat berat. “Walaupun mempunyai produk yang unggul, walaupun mempunyai after sales yang bagus dari produk tersebut, tetapi tanpa keberadaan operator yang capable dan mumpuni, maka productivity tidak akan terjadi,” ujarnya.

Kompetisi antar operator yang digelar pertama kali tahun ini, menurut Rozy, adalah salah satu upaya Trakindo meningkatkan skill operator alat berat di Indonesia. Selain melalui kompetisi ini, menurutnya, Trakindo juga membekali setiap customer dengan berbagai training saat melalukan pembelian sebuah alat yang baru.

“Setiap pembelian alat berat, kita juga ikuti dengan pemberian training operator pelanggan yang membeli alat berat. Itu sudah paket wajib setiap pembelian alat berat, kita kirim  unitnya dan kita juga beri pelatihan terhadap operator,” ujarnya kepada Equipment Indonesia.

Related posts

New LiuGong 920E, Apa Saja Keunggulannya?

William Syukur

Promo Hino Selama Pergelaran GIIAS 2015

New Logo For Cat Products

William Syukur