
Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran yang besar untuk pembangunan infrastruktur di berbagai belahan Indonesia. Presiden Joko Widodo sudah meresmikan dimulainya pengerjaan sejumlah proyek. Dengan dukungan peralatan konstruksi berteknologi tinggi pengerjaan proyek-proyek itu akan semakin dipercepat dan dengan hasil yang bermutu tinggi.
Harapan itu diungkapkan Dirjen Bina Kontruksi Yosid Toyib ketika mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Basuki Hadimuljono saat membuka seminar berjudul “Teknologi Peralatan Pembangunan Jalan Beton Slipform Paver dan Teknologi Pengeboran untuk Menunjang Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Ind onesia” di Jakarta, Selasa (12/5).
“Dalam pembangunan jalan, baik jalan beton maupun jalan dalam terowongan, kita membutuhkan peralatan yang dapat mengerjakan dengan cepat dan hasil yang lebih baik serta ramah lingkungan”, ia mencontohkan.
Yosid Toyib mengungkapkan, pemerintah melalui Kabinet Kerja telah menetapkan beberapa target pembangunan infrstruktur strategis yang akan dibangun 5 tahun ke depan dengan prediksi total kebutuhan investasi infrstruktur prioritas sebesar Rp. 5.452 Triliun. Dengan demikian, Indonesia dapat dipastikan akan menjadi magnet pasar kontruksi yang besar, baik di kawasan ASEAN maupun global. Oleh karena itu, seluruh pelaku kontruksi di Indonesia harus mempersiapkan diri menyambut peluang dan tantangan pembangunan infrastruktur.
Alokasi anggaran Kementerian PU-PR pada tahun 2015 ini sudah ditetapkan sebesar Rp 118 Triliun. Menurut Yosid Toyib, ini menunjukan betapa pemerintah memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur dalam upaya menunjang sektor lain untuk semakin tumbuh dan berkembang. Untuk itu, sangat diperlukan ketersediaan peralatan konstruksi yang berteknologi tinggi.
“Sehubungan dengan mulai mengucurnya anggaran konstruksi 2015 sebesar Rp 118 Triliun untuk realisasi pelaksanaan proyek-proyek konstruksi jalan dalam 6-7 bulan, maka kontraktror-kontraktor perlu cepat menyelesaikan proyek. Untuk itu, dibutuhkanlah bantuan teknologi. Kalau tidak, kita akan susah menyerapnya dalam jangka waktu relatif singkat. Para kontraktor perlu menyiapkan peralatan yang canggih,” ujarnya.
Seminar ini mendapat dukungan dari PT Atlas Copco Nusantara dan PT Rutraindo Perkasa Industri. Tampil sebagai pembicara, antara lain, Johannes Hanson dengan topik “Mining and Tunneling Specialist”, Cetin Kara tentang “Surface and Exploration Drilling Specialist”, dan Fred Bryan yang membahas tentang “Peralatan Pembangunan Jalan Beton dengan Teknologi Slipform Paver.
Atlas Copco Nusantara dikenal sebagai pemasok peralatan berteknologi tinggi yang ramah lingkungan untuk pembuatan terowongan dan operasi bawah tanah. Produk-produknya banyak beroperasi di usaha pertambangan dan konstruksi. “Dari pengalaman kami berkecimpung di dunia pengeboran bawah tanah di berbagai jenis batuan dan lapisan bumi, kami mempunyai banyak jenis alat pengebor yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Sudah banyak peralatan pembuatan terowongan yang kami pakai di sini baik di pertambangan, PLTA maupun proyek-proyek konstruksi,” kata Presdir Atlas Copco Nusantara, Jess Kindler.
Sementara PT Rutraindo Perkasa adalah penyedia berbagai teknologi untuk pengaspalan jalan. Berbicara mengenai formslip paver, General Manager PT Rutraindo Perkasa, David Harijadi, mengakui bahwa sebenarnya teknologi itu sudah ada sejak dulu. Namun sifat dasar teknologi itu selalu terus disempurnakan.
“Ini merupakan hasil pengembangan teknologi untuk menghasilkan ruas jalan yang bagus, licin dan rata. Di Indonesia, metode ini kami upayakan untuk di-refresh lagi. Apalagi dengan banyaknya target konstruksi jalan yang mesti diselesaikan di era pemerintahan yang sekarang. Makanya kita mesti menggunakan metode pengerjaan yang efektif, efisien dan cepat,” ungkapnya kepada Majalah EQUIPMENT di sela-sela acara seminar tersebut.
Yosid Toyib mengingatkan, kesiapan para kontraktor dan dengan dukungan peralatan peralatan konstruksi berteknologi tinggi menjadi syarat penting untuk menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur yang sudah direncanakan Pemerintah. @



















