27 C
Jakarta
21 Sep, 2021.

Mengenal BeBot, Robot Pembersih Sampah Plastik di Pantai

4ocean bermitra dengan Poralu Marine mengembangkan robot yang bekerja untuk membersihkan sampah mikroplastik di pantai secara mekanis tanpa merusak ekosistem.

Poralu Marine telah memperkenalkan BeBot, sebuah teknologi laut bersih baru yang dibuat untuk membersihkan dan memulihkan garis pantai dengan menyaring pasir secara mekanis guna menghilangkan sampah plastik dan puing-puing lainnya.

Berjalan di pantai atau garis pantai mana pun di seluruh dunia Anda pasti akan menemukan beberapa bentuk polusi plastik. Sampah plastik bukan hanya merusak pemandangan yang berdampak pada pariwisata dan ekonomi lokal, melainkan juga merupakan bahaya lingkungan yang dapat mengganggu satwa liar dan merusak ekosistem pesisir yang penting.

Untuk membantu menjaga pantai tetap bersih, banyak properti pantai memanfaatkan peralatan berat seperti traktor dan skid steer loader untuk menyapu pasir atau menyaring secara manual dengan sistem padat karya. Namun, cara kerja ini dinilai kurang efisien, memicu erosi pantai, dan secara otomatis menghancurkan fauna dan flora yang ada di pasir. Peralatan-peralatan tersebut juga masih meninggalkan banyak sampah plastik dan sampah-sampah lainnya karena terlalu kecil atau terlalu sulit untuk dijangkau.

Akibatnya, kualitas pasir menurun dan semua sampah kecil yang tidak di-recover pada akhirnya akan masuk ke laut atau ke perut burung-burung laut, penyu, dan hewan-hewan lain yang bergantung pada ekosistem pesisir untuk berkembang.

Menyadari peliknya dampak masalah sampah plastik bagi kehidupan di pantai dan biota laut, 4ocean, yang mengolah produk-produk dari plastik yang dikumpulkan dari laut, pantai dan sungai, bermitra dengan Poralu Marine, pembuat robot, mengembangkan BeBot. BeBot merupakan robot yang dirancang untuk membantu membersihkan sampah plastik yang lebih kecil (mikroplastik) di pantai. Mesin ini berjalan bolak-balik di permukaan pantai sambil menyaring lapisan atas pasir tanpa merusak ekosistem pantai. Namun, robot ini lebih cocok digunakan untuk merawat pantai yang relatif bersih. “BeBot didesain untuk daerah yang memiliki pantai yang relatif bersih tetapi punya mikroplastik dalam jumlah besar,” kata Alex Schulze, salah satu pendiri dan CEO 4ocean, yang mengolah produk-produk dari plastik yang dikumpulkan dari laut, pantai, dan sungai.

Peralatan besar seperti traktor yang bertenaga diesel atau vakum raksasa yang menyedot plastik dari pasir terkadang juga digunakan untuk pembersihan pantai. Tapi BeBot, yang berjalan dengan baterai yang terhubung ke panel surya, lebih tenang dan posturnya jauh lebih kecil, sehingga lebih sedikit kemungkinannya untuk mengganggu satwa-satwa liar atau para pengunjung pantai. Saat BeBot bergerak bolak-balik, meliputi area sekitar tiga perlima ukuran lapangan sepak bola setiap jam, mesin ini menyaring lapisan atas pasir melalui saringan, menampung material-material apa pun yang lebih besar dari satu sentimeter persegi, dari serpihan-serpihan kemasan lama hingga puntung-puntung rokok.

Alat ini juga mengambil kerang dan kerikil. Jadi, setelah mesin penuh, seseorang perlu memilah-milah isinya untuk memisahkan plastik dan sampah yang dapat didaur ulang dari bahan-bahan yang dapat dikembalikan ke pasir. Cara kerja robot ini masih memakan waktu, tetapi jauh lebih cepat daripada mencoba menyaring setiap bagian pantai secara manual.

4ocean mulai menguji robot ini di Hawaii, di mana beberapa pantai dikenal sebagai tempat paling tercemar plastik di planet ini. “Di situlah mesin seperti ini dirancang, karena hampir tidak mungkin menghabiskan banyak waktu untuk memilah-milah bahan-bahan ini,” kata Schulze.

Perusahaan, yang mempekerjakan staf full-time untuk pembersihan, akan terus mengambil sampah-sampah yang lebih besar seperti botol-botol plastik dengan tangan. Tetapi BeBot akan membantu mengumpulkan sisanya, dan perusahaan itu kemudian akan mendaur ulang plastik yang dikumpulkannya untuk digunakan dalam produk-produk seperti sepatu kets (sneaker).

Schulze berharap dapat mendorong orang-orang lain, termasuk para pemilik hotel di tepi pantai, untuk menggunakan robot-robot ini di pantai-pantai mereka di seluruh dunia. Ia mengakui bahwa ini hanya satu langkah—juga jelas diperlukan suatu perubahan lebih besar dari plastik sekali pakai agar plastik-plastik berhenti mendarat di pantai sejak awal.

“Robot ini sama sekali bukan solusi untuk krisis plastik di lautan,” ucapnya, “kami berharap menggunakan mesin ini untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik yang ada di pantai dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bagaimana plastik itu sampai di garis pantai dan di laut. Kami berharap dapat menggunakannya sebagai alat untuk mendorong kesadaran sehingga orang-orang menjalani gaya hidup yang lebih berkelanjutan dan mengurangi jumlah plastik sekali pakai yang mereka konsumsi.” (Sumber: www.fastcompany.com)

Related posts