Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BusinessTop News

Menunggu Kejutan di Usia 50 Tahun United Tractors

210
×

Menunggu Kejutan di Usia 50 Tahun United Tractors

Share this article
Example 468x60

Memasuki usia 50 tahun, PT United Tractors Tbk (UNTR) menjanjikan beberapa kejutan bagi pelanggan-pelanggannya di tanah air.

Excavator Komatsu yang didistribusikan oleh PT United Tractors Tbk. Foto: EI

PT United Tractors Tbk (UNTR) akan genap berusia 50 tahun pada 13 Oktober 2022. Untuk menyambut tonggak bersejarah tersebut, perusahaan ini menjanjikan beberapa kejutan berupa peluncuran beberapa produk dengan racikan baru. Namun, sejauh ini belum diungkapkan mesin-mesin apa yang bakal hadir nanti. Namun, perusahaan itu sudah memberikan sebuah clue, yaitu tema yang diusung untuk perayaan penting itu: “Berkarya Membangun Keberlanjutan.”

ALTRAK

“Kejutan 50 tahun PT United Tractors Tbk untuk produk-produk Komatsu, mohon ditunggu. Info mengenai produk-produk baru Komatsu akan kami perkenalkan pada tahun 2022 ini,” kata Sara K. Loebis, Corporate Governance & Sustainability Division Head PT United Tractors Tbk.

Menurut Sara, UNTR akan terus mewujudkan aspirasi keberlanjutan, antara lain melalui peluncuran alat transportasi dan mesin konstruksi yang lebih ramah lingkungan. Di segmen transportasi publik, UNTR sudah pernah memperkenalkan bus Scania yang berbahan bakar gas. “Untuk produk Scania, kami pernah menjual bus Scania berbahan bakar gas yang digunakan oleh Transjakarta,” katanya kepada Equipment Indonesia.

Namun, ke depan, mesin-mesin yang lebih ramah lingkungan tidak hanya di lini bisnis transportasi (Scania), tapi juga di segmen bisnis peralatan konstruksi. “Untuk produk-produk yang lebih ramah lingkungan, akan diluncurkan dari lini bisnis mesin konstruksi /distribusi alat berat,” ujarnya.

Harus diakui, di usia 50 tahun, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) itu telah berkembang menjadi salah satu pemain utama di sektor dan industri dalam negeri, melalui lima pilar bisnis, yaitu mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan batubara dan emas, industri konstruksi, dan energi.

Baca Juga :  Mercedes-Benz Trucks Luncurkan eActros

Lebih jauh, segmen usaha mesin konstruksi mencakup penjualan dan penyewaan alat berat, serta layanan purna jual. Segmen usaha kontraktor penambangan memberi berbagai layanan pertambangan termasuk desain tambang, explorasi, ekstraksi, hauling, barging dan transportasi komoditas. Segmen usaha pertambangan batubara dan emas masing-masing fokus pada penambangan dan penjualan batubara dan emas. Segmen usaha konstruksi menyediakan jasa konstruksi yang meliputi bidang pondasi, struktur, pembongkaran dan pengembangan infrastruktur. Sektor energi, antara lain meliputi energi baru dan terbarukan (EBT).

Adapun anak usaha UNTR mencakup PT Pamapersada Nusantara, PT Karya Supra Perkasa, PT United Tractors Pandu Engineering, PT Bina Pertiwi dan UT Heavy Industry (S) Pte Ltd. Melalui lima segmen usaha dan pendapatan dari anak usaha tersebut, UNTR makin solid meraup pundi-pundi rupiah.

Mengutip laporan keuangan sepanjang triwulan I 2022, UNTR berhasil membukukan kinerja gemilang. UNTR membukukan laba bersih senilai Rp4,32 triliun per Maret 2022. Angka ini melonjak 131,51 persen dari laba bersih pada periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp1,86 triliun. Laba bersih per saham dasar UNTR juga melesat menjadi Rp1.158, dari sebelumnya hanya Rp500.  Kenaikan laba bersih ini, sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih UNTR sebesar 56 persen menjadi Rp27,97 triliun per Maret 2022, dari Rp17,89 triliun per Maret 2021.

Seiring pendapatan, sejumlah beban yang ditanggung UNTR juga meningkat. Beban pokok pendapatan misalnya, naik 45,81 persen menjadi Rp20,94 triliun, dari Rp14,36 triliun. Beban penjualan juga meningkat 112,87 persen menjadi Rp215,41 miliar. Beban umum dan administrasi naik 5,03 persen menjadi Rp938,04 miliar. Sedangkan biaya keuangan UNTR turun 17,34 persen menjadi Rp162,25 miliar, dan beban lain-lain bersih merosot 38,4 persen menjadi Rp88,87 miliar per Maret 2022.

Baca Juga :  SANY Bersinar di Bauma 2022

Melejitnya kinerja UNTR tentu tidak terlepas dari kenaikan kinerja sejumlah lini bisnisnya. Di segmen alat berat, UNTR berhasil menjual 1.694 unit sepanjang triwulan I 2022. Jumlah ini melambung 155 persen jika dibandingkan penjualan alat berat UNTR pada periode sama triwulan I 2021 sebanyak 648 unit. Pangsa pasar Komatsu sebesar 29 persen per akhir Maret 2022.

 Menurut Sara, melambungnya penjualan alat berat per Maret 2022 ditopang oleh sektor pertambangan, yang didorong oleh komoditas batubara dan nikel. Hal ini tercermin pada penjualan selama triwulan I 2022. Pada periode tersebut, penjualan ke sektor tambang masih mendominasi. Sebanyak 60 persen penjualan alat berat ditujukan ke sektor tambang. Disusul oleh penjualan ke sektor konstruksi sebesar 18 persen, penjualan ke sektor kehutanan sebesar 13 persen, dan penjualan ke sektor agribisnis sebesar 9 persen dari total penjualan.

“Kenaikan penjualan sepanjang triwulan I 2022 tidak terlepas dari kenaikan penjualan pada periode Maret 2022 yang naik 20,45 persen menjadi 636 unit. Sedangkan penjualan pada Februari 2022 sebanyak 528 unit,” katanya.

Penjualan pada Maret 2022 juga didominasi oleh sektor pertambangan, yaitu 65 persen, disusul sektor konstruksi sebesar 19 persen, sektor kehutanan sebesar 9 persen, dan sektor agribisnis sebesar 7 persen.  Pencapaian penjualan alat berat sebanyak 1.694 unit pada triwulan I 2022 menunjukkan UNTR telah memenuhi 45,78 persen dari target penjualan alat berat tahun ini sebanyak 3.700 unit.

Target penjualan alat berat sebanyak 3.700 unit itu tampaknya akan tercapai. Pasalnya, sepanjang tahun berjalan 2022, produsen alat berat merek Komatsu itu masih akan menerima manfaat dari kenaikan harga batubara.

Kinerja UNTR tahun ini berpotensi makin cerah. Harga batubara yang masih bertengger di atas level US$350 per ton akan menjadi penopang kinerja perusahaan. Begitu juga, permintaan alat berat masih naik seiring para penambang batubara meningkatkan volume produksi.

Baca Juga :  Volvo Trucks Akuisisi Operasi Manufaktur Heavy-Duty Truck di Cina

Terkait kinerja gemilang dan peluang kian cerah, Tim Equipment Indonesia mengingatkan kembali, UNTR telah meraup laba bersih Rp10,28 triliun tahun lalu. Pencapaian ini meningkat 71,33 persen jika dibandingkan laba bersih sebesar Rp6 triliun pada 2020. Peningkatan laba seiring kenaikan pendapatan UNTR sekitar 32 persen menjadi Rp79,46 triliun pada 2021, dari sebelumnya Rp60,35 triliun.

 Melambungnya kinerja sepanjang tahun 2021 itu membuat manajemen UNTR royal membagikan dividen. UNTR membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham senilai Rp4,6 triliun atau setara 45 persen dari laba bersih tahun 2021 yang mencapai Rp10,28 triliun.

Pemegang satu saham UNTR mendapat dividen Rp1.240. Rinciannya, sebesar Rp335 atau total Rp1,2 triliun telah dibayarkan sebagai dividen interim pada 22 Oktober 2021. Sisanya sebesar Rp905 atau senilai Rp3,4 triliun dibagikan sebagai dividen final pada 11 Mei 2022.

Iklan Berca