Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Iklan Multi
Iklan Multi
Example 728x250
Press ReleaseTechnologyTop News

SafeAI Rilis Robo-Electric Haul Truck Pertama

97
×

SafeAI Rilis Robo-Electric Haul Truck Pertama

Share this article
Example 468x60

Perusahaan-perusahaan industri berat telah bergulat dengan tantangan keselamatan, produktivitas, dan biaya selama bertahun-tahun. Seiring dengan semakin menonjolnya komitmen terhadap masalah ESG (Environmental, Social & Governance) dalam beberapa tahun terakhir, keberlanjutan juga menjadi perhatian utama. Otonomi atau elektrifikasi sendiri dapat mengatasi beberapa tantangan ini, namun jika digabungkan, keduanya dapat memberikan dampak yang besar.

ALTRAK

Keselamatan, produktivitas, penghematan biaya, dan perlindungan lingkungan yang semakin meningkat adalah elemen-elemen kunci muatan yang diangkut menggunakan truk versi baru dari sebuah truk kerja yang ada untuk menciptakan kendaraan pertama yang menggabungkan teknologi-teknologi powertrain otonom dan listrik.

Bekerja sama dengan perusahaan konstruksi Jepang, Obayashi Corporation, retrofitter alat berat otonom yang berbasis di Santa Clara, California, SafeAI, baru-baru ini meluncurkan truk angkut Caterpillar 725 yang tanpa pengemudi dan menggunakan tenaga baterai-listrik.

“Saya pikir ini hanyalah demonstrasi pertama di mana Anda dapat menggunakan kendaraan yang sudah ada, menjadikannya dapat dipasang kembali sepenuhnya dari awal.” kata Bibhrajit Halder, pendiri dan CEO SafeAI dalam sebuah wawancara.

“Kami menambahkan motor dan baterai, lalu kami mengutamakan otonomi, dan ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa hal ini mungkin terjadi. Jadi ,ini benar-benar pertama kalinya truk kami dimodifikasi dari awal, baik untuk kendaraan listrik maupun otonom.”

Sementara SafeAI menyediakan teknologi otonom, powertrain listriknya dipasang oleh AVIA Engineering, yang punya spesialisasi dalam mengintegrasikan elektrifikasi ke dalam truk-truk.

“Dengan melengkapi truk-truk ini dengan penggerak elektrik 100%, hal ini memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk mendaur ulang aset-aset mereka yang ada dan menggunakannya dengan cara yang lebih baik dan berkelanjutan. Tim kami, bekerja sama dengan SafeAI dan Obayashi, bangga telah berhasil mengintegrasikan powertrain listrik sepenuhnya,” kata David Sanchez, pemilik dan CEO AVIA Engineering dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga :  TONLY Dorong Penggunaan Teknologi Remote Control di Industri Tambang

Dalam memanfaatkan keunggulan-keunggulan perpaduan otonomi dengan powertrain baterai-listrik, SafeAI, Halder menyoroti keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan.

Dalam hal keberlanjutan, dengan menambahkan kendaraan tanpa pengemudi dan bebas emisi ke lokasi konstruksi, otonomi saja dapat meningkatkan kinerja lingkungan hingga 13%, dan dengan mengganti bahan bakar diesel dengan listrik, para operator dapat mengurangi emisi siklus hidup bersih hingga lebih dari 60%, kata perusahaan itu.

Pertimbangan utama Obayashi Construction dalam mengembangkan strategi hemat biaya jangka panjang adalah untuk mencapai tujuan keberlanjutan. “Perbedaan antara pendekatan OEM dan inisiatif ini adalah pendekatan ini memberikan kendali kepada kontraktor. Pendekatan retrofit memungkinkan para kontraktor untuk secara proaktif meng-upgrade truk-truk mereka untuk  mendorong strategi-strategi netral karbon,” kata Sugiura Shinya, General Manager Divisi Inovasi Bisnis Obayashi dalam sebuah pernyataan.

Mengenai keselamatan, Halder menjelaskan bahwa kombinasi otonomi dan powertrain listrik melindungi para pekerja dari situasi berkendara yang berpotensi berbahaya di lokasi konstruksi dan membuat kendaraan semakin mampu bermanuver, terutama di lokasi-lokasi yang sempit.

Bagi perusahaan-perusahaan konstruksi yang ingin menjaga anggaran, teknologi kembar ini dapat membantu dalam menghindari pembengkakan biaya.

“Di sisi produktivitas, ada dua bagian utama. Yang pertama adalah efisiensi energi atau bahan bakar. Di sisi lain, pendekatan ini memungkinkan kendaraan berjalan kencang karena elektrifikasi,” jelas Halder. “Untuk otonomi, hal ini akan berjalan sesuai jadwal dan melakukan apa yang ingin Anda lakukan. Sekarang jika digabungkan, Anda mendapatkan produktivitas sekitar 20% lebih banyak.”

Ada tantangan-tantangannya untuk mencapai kombinasi tersebut. Peralihan dari desain ke produksi memakan waktu sekitar enam bulan, karena menemukan kombinasi yang tepat antara motor listrik dan baterai sangatlah sulit, ungkap Halder. Ditambah lagi, para engineer harus memikirkan cara mengemas kedua teknologi itu ke dalam sebuah truk kerja yang kuat.

Baca Juga :  Penggunaan truk-truk listrik lebih hemat bagi para penambang tapi adopsinya masih lamban

“Kami melakukan banyak pekerjaan engineering untuk memastikan kami mengemasnya dengan benar. Ini termasuk bagaimana Anda mengelolanya di tengah cuaca panas dan segala sesuatu yang terjadi,” kata Halder. “Saya pikir hal ketiga yang kami sadari adalah ketika Anda memiliki powertrain listrik dan otonomi, maka interaksi harus berjalan dengan baik.”

Sekarang para insinyur tampaknya telah menemukan cara untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, Halder mengatakan tujuannya adalah untuk membangun truk-truk kerja otonom-listrik tambahan.

Truk Caterpillar 725 yang telah dimodifikasi dan diluncurkan baru-baru ini kini sedang dikerjakan di Spanyol dan kemudian akan dikirim untuk mengerjakan sebuah proyek di Jepang akhir tahun ini, kata Halder. Perusahaan ini kemudian akan meningkatkan produksi untuk membuat truk-truk berteknologi ganda untuk digunakan dalam industri pertambangan, tutupnya.

Iklan Berca