27 C
Jakarta
21 Sep, 2021.

Volvo Tawarkan Program Rebuild Bersertifikat

Program Rebuild bersertifikat dari Volvo Construction Equipment menghasilkan  kualitas yang sama seperti alat berat baru.

ADT Volvo bekas pakai yang sudah mengikuti program VCRM (Foto: EI)

Banyak OEM terkemuka dunia menawarkan jasa rebuild atau remanufacturing melalui dealer-dealer resmi  mereka. Membangun ulang sepenuhnya (total rebuild) sebuah peralatan bekas memang dapat menjadi opsi yang hemat biaya untuk membuat mesin kembali ke kondisi orisinil atau paling tidak mendekati aslinya, sambil berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dan ekonomi sirkular. Pertanyaan  adalah kapan mesin rebuild menjadi opsi yang lebih baik daripada membeli mesin baru (replacement)?

Salah satu OEM yang menawarkan jasa Rebuild atau Remanufacturing adalah Volvo Construction Equipment (Volvo CE). Produsen asal Swedia ini menawarkan kepada pelanggan-pelanggannya program Rebuild alat berat bekas bersertifikat yang dinamakan VCRM (Volvo Certified Rebuild Machine).

Nino Putra, Aftermarket & Customer Solution Director PT Volvo Indonesia (Foto: EI)

Nino Putra, Aftermarket & Customer Solution Director PT Volvo Indonesia, mengatakan bahwa program VCRM  memungkinkan usia (Life Cycle) mesin-mesin Volvo akan diperpanjang ke siklus usia pemakaian peralatan berikutnya dengan mengembalikan kondisi mesin-mesin itu ke usia awal. Dia menyebutnya dengan Back to Zero “0“ life dengan biaya yang ekonomis (ECOR/Economical To Repair).

Program Rebuild bersertifikat ini merupakan sebuah pendekatan baru Volvo CE untuk membantu para customer mengoptimalkan siklus hidup mesin-mesin Volvo mereka. Mengikuti program ini, kata Nino, membuat mesin-mesin mereka kembali ke kondisi kerja yang optimal dengan biaya yang lebih murah ketimbang membeli alat berat baru. Dengan tetap mengedepankan efisiensi operasional sebagai prioritas utama, program ini membantu para pelanggan mendapatkan cara yang inovatif untuk mengendalikan biaya.

“Ketika beberapa brand mengajukan penawaran untuk penggantian mesin yang sudah mendekati akhir masa pakainya, mesin-mesin Volvo dapat dipulihkan kembali ke kualitas aslinya melalui program VCRM. Mereka akan mendapatkan mesin-mesin yang sudah dibangun ulang seluruhnya dalam kondisi ‘seperti baru’, kembali bekerja untuk mencapai kembalian investasi yang menguntungkan, dengan ketersediaan yang tinggi dan andal.  Mesin kembali siap untuk masa pakai kedua (second life),” papar Nino kepada Equipment Indonesia baru-baru ini.

Program VCRM, lanjut Nino, sangat berbeda dengan program GOH (General Overhaul) yang biasa dilakukan oleh merek-merek lain. “Mesin-mesin yang mengikuti program VCRM akan mendapatkan garansi pabrikan dari Volvo CE,” kata Nino meyakinkan.  

Program VCRM dilakukan oleh dealer-dealer Volvo CE. Tetapi Nino mengingatkan bahwa tidak semua dealer bisa menyelenggarakannya, tetapi hanya dealer-dealer yang sudah disertifikasi oleh Volvo CE. “Sebagai dealer, untuk bisa melakukan program VCRM ini,  perlu dilakukan sertifikasi terlebih dahulu dengan proses yang ketat dan harus memenuhi kriteria standar Volvo, baik dari segi infrastruktur, proses, kualitas maupun sumber daya yang harus dimiliki, dan setiap dua tahun akan dilakukan sertifikasi ulang untuk memastikan standar yang telah ditentukan oleh Volvo CE tersebut terjaga dengan baik,” terangnya.

Sebagai informasi, PT Indotruck Utama (ITU), yang merupakan distributor tunggal Volvo Construction Equipment di Indonesia, adalah bengkel pertama di Asia Pacific (APAC) yang telah disertifikasi oleh Volvo CE.

Total Rebuild atau perbaikan?

Powertrain rebuild (Foto: Volvo CE)

Ada dua faktor yang menjadi pertimbangan utama untuk melakukan Rebuild maupun Remanufacturing, terutama dari sisi kondisi alat berat. Pertama, usia alat, seperti alat dipakai tidak dalam kondisi ekstrim tetapi usia pemakaian yang lama akan mempengaruhi penurunan kinerja mesin tersebut. Kedua, kondisi karena pemakaian, seperti alat yang dipakai dalam kondisi medan sangat berat (ekstrim) akan mempengaruhi penurunan kinerja alat yang lebih cepat.

“Kedua faktor tersebut, seiring dengan pemakaian alat, akan memengaruhi biaya perawatan dan operasional yag akan semakin naik dan berbanding terbalik dengan produktifitas mesin yang akan semakin menurun. Untuk itulah pada akhir Life Cycle mesin perlu dilakukan program Rebuild atau Remanufacturing,” kata Nino.

Biasanya mesin-mesin yang mengikuti program VCRM dievaluasi terlebih dahulu untuk menentukan apakah unit-unit itu perlu dibangun kembali sepenuhnya (total rebuild) atau diperbaiki saja. Menurut Nino, faktor-faktor yang menjadi perhatian utama adalah usia mesin, performa, serta biaya perawatan dan operasional.  “Kondisi alat yang sudah mencapai usia 20 ribu jam dalam kondisi pemakaian yang sangat ekstrim – 25 ribu jam dalam kondisi pemakaian normal, layak mengikuti program VCRM.

Komponen-komponen apa saja yang menjadi fokus penilaian untuk menentukan apakah sebuah mesin dibangun kembali seluruhnya atau diperbaiki saja, Nino mengatakan pada dasarnya mayoritas komponen bisa dibangun ulang karena proses Rebuild atau Remanufacturing merupakan kombinasi antara proses workshop (bengkel) dan proses produksi (manufaktur).

“Tinggal dilihat kondisi tingkat kerusakan dari komponen-komponen tersebut. Apakah sudah tergolong BER (Beyond Economical Repair) atau belum, Kalau sudah BER, maka akan dilakukan penggantian komponen baru. Pada proses Rebuild atau Remanufacturing ini konsep yang diterapkan adalah Replace, Repair, Reuse & Recycle sesuai dengan standar proses dan kualitas yang telah ditetapkan oleh Volvo CE,” urainya.

Nino menyebutkan banyak keuntungan yang diperoleh customer yang memanfaatkan jasa Rebuild atau Remanufacturing dibandingkan membeli mesin baru. Dari segi biaya, kata dia, lebih ekonomis dibandingkan dengan investasi unit yang sama sekali baru. “Biaya pembangunan kembali mesin 60 persen dari nilai mesin baru. Banyak yang menawarkan biaya lebih rendah tetapi hal ini akan berimplikasi terhadap kualitas rebuild itu sendiri,” ungkapnya.

Dengan mengikuti program Rebuild yang bersertifikat seperti yang dilakukan Volvo CE, Nino melanjutkan, life cycle mesin diperpanjang. Tidak hanya itu, investasi usia mesin juga maksimal dan nilai sisa mesin (residual value) lebih baik. Apalagi mesin-mesin yang mengikuti program ini mendapat ekstra garansi dari Volvo CE.

“Program VCRM dilakukan oleh dealer yang telah tersertifikasi dan memenuhi standar kualitas Volvo CE serta dijamin oleh Volvo CE. Setiap unit yang sudah mengikuti program VCRM akan mendapatkan sertifikat berupa Plat Identifikasi khusus yang ditempelkan pada mesin tersebut juga sertifikat tertulis yang menerangkan bahwa mesin itu sudah dilakukan VCRM yang diakui oleh Volvo CE,” jelas Nino.

Volvo CE memberikan garansi ekstra selama dua tahun atau 8000 jam. Secara teknis, tutur Nino, resiko kegagalan fungsi komponen selama periode tersebut akan ditanggung oleh Volvo CE yang mengacu kepada kebijakan warranty untuk VCRM.

Namun yang lebih penting dari itu, menurutnya, biaya perawatan mesin-mesin yang sudah mengikuti program VCRM akan kembali normal. Hal itu berarti biaya operasi mesin akan kembali normal, demikian juga performanya akan kembali naik selaiknya kinerja mesin baru.

Fasilitas Reman yang dimiliki dealer Volvo CE, yaitu PT Indotruck Utama, saat ini dapat melakukan Rebuild mesin Volvo jenis apa saja, dari peralatan konstruksi hingga mesin-mesin tambang. Selama masa pandemi Covid-19 ini, performa bisnis reman Volvo CE justru sedang dalam kondisi yang sangat peak dengan permintaan dan order pipeline yang sangat kuat. “Beberapa Key Account Customer kami memang sangat menantikan program seperti ini karena ini akan sangat membantu meraka dalam memaksimalkan usia, kinerja dan investasi alat Volvo CE mereka,” tutup Nino. #

Related posts