30.4 C
Jakarta
Oct 18, 2019.
Image default

Resmikan Pabrik Baru, Sakai Indonesia Tingkatkan Kapasitas Produksi

Mengantisipasi pertumbuhan pasar alat-alat pembuatan jalan, Sakai Indonesia meresmikan pabrik baru untuk meningkatkan kapasitas produksi.

PT. Sakai Indonesia telah meresmikian pabrik baru di kawasan industri EJIP Industrial Park, Cikarang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, yang dapat meningkatkan kapasitas produksi mesin-mesin pembuat jalan raya. Fasilitas produksi baru seluas 5,2 hektar ini akan meningkatkan kapasitas produksinya guna menyesuaikan dengan kebutuhan peralatan pembuat jalan yang terus meningkat di berbagai pasar, baik domestik maupun untuk pasar ekspor.

“Kami ingin meningkatkan kapasitas produksi kami, dengan target kenaikan hingga dua kali lipat dari sebelumnya,” kata Hiroshi Baba, President Director PT. Sakai Indonesia dalam perbincangan dengan Equipment Indonesia seusai seremoni peresmian pabrik tersebut. 

Peresmian pabrik baru itu diselenggarakan bertepatan dengan acara lima tahunan World Distributor Meeting Sakai yang menghadirkan distributor-distributor Sakai dari berbagai belahan dunia. Sakai Indonesia menjadi tuan rumah acara tersebut pada tahun ini. 

Pabrik Sakai Indonesia yang baru ini merupakan gabungan dari dua fasilitas produksi Sakai sebelumnya yang sudah cukup lama yang beroperasi di kawasan yang sama. Letaknya pun tidak berjauhan. 

Jenis-jenis mesin yang diproduksi di pabrik anyar ini adalah Roller SV500 (kapasitas 10 – 13 ton) dan TS (Tire Roller) dengan kapasitas 8 – 15 ton. Menurut Giri Kus Anggoro, Direktur PT. Road Machinery Indonesia, mesin-mesin yang diproduksi di pabrik ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, melainkan juga untuk pasar ekspor. Namun, modelnya tidak sama. Untuk roller, misalnya, model SV521 untuk pasar internasional, sementara untuk pasar dalam negeri SV526. Adapun negara-negara yang menjadi tujuan ekspor, antara lain, Thailand, Vietnam, Malaysia, Uganda, Filipina dan lain-lain.

Selain itu, mulai awal tahun depan, Sakai merencanakan untuk memproduksi Road Stabilizer PM550/550-S di fasilitas baru ini. Hiroshi mengatakan mesin daur ulang ini sengaja diproduksi di Indonesia untuk menekan cost. “Selama ini, Road Stabilizer PM550/550-s diproduksi di Jepang, sehingga leadtime-nya panjang dan harganya terlampau mahal. Dengan diproduksi di Indonesia, dikerjakan oleh orang-orang Indonesia, menggunakan banyak konten lokal, maka leadtime akan makin pendek dan tentu harganya akan berkurang,” ucapnya meyakinkan.

Selain memproduksi mesin-mesin, pabrik ini memiliki fasilitas pelatihan, yang sangat berguna untuk mendidik SDM yang berkualitas di segmen pembangunan jalan raya. “Kami bisa memanfaatkan fasilitas pelatihan ini untuk mendidik tenaga-tenaga terampil, terutama bagaimana menggunakan alat-alat pembuatan jalan secara baik dan benar,” kata Giri.

Fasilitas pelatihan ini terbuka untuk umum. Pihaknya membuka kemungkinan untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah dan perusahaan-perusahaan BUMN Karya untuk mengoptimalkan pemanfaatan pusat pelatihan ini guna mendidik tenaga-tenaga terlatih untuk mengoperasikan mesin-mesin pembuatan jalan.@

 

Related posts

Persada JCB Tampilkan Produk Unggulan Dengan Konsep Multi Fungsi

Penanaman Bibit Markisah di Production Unit Gresik Bersama SDN 1 Sidokumpul

admin

Kesiapan PT Foresta Transtek Dukung Pembangunan Infrastruktur