26.8 C
Jakarta
Nov 21, 2019.
Image default

Terobosan Iveco di Segmen On-road Trucks

Memperbanyak outlet menjadi tantangan bagi PT. Chakra Jawara untuk semakin memperkuat pasarnya di segmen on-road trucks.

Truk Iveco yang selama ini identik dengan heavy duty trucks atau truk tambang, dalam beberapa tahun terakhir mulai membidik pasar lain, menggarap segmen on-road. Pergeseran itu dilakukan seiring dengan gejolak industri tambang, khususnya batu bara, selama sekitar tiga tahun belakangan.  Harga batu bara yang cenderung turun menyebabkan kegiatan produksi semakin berkurang. Akibatnya, penjualan alat-alat tambang ikut lesu.

“Volume penjualan heavy duty trucks buatan Eropa mengikuti pergerakan harga batu bara. Kalau harga batu bara naik, penjualan truk ikut naik. Sebaliknya, jika harga batu bara turun, penjualan truk ikut turun. Pada tahun 2019 ini harga  batubara sudah lebih rendah dari tahun 2017, sehingga tidak mengherankan kalau penjualan truk-truk Eropa pun makin merosot,” kata Rudhi Wibawa Rusadi, Commercial Division Head PT. Chakra Jawara kepada Equipment Indonesia beberapa waktu lalu. 

Berdasarkan data PT. Chakra Jawara, hingga Agustus 2019, penjualan truk Eropa turun hingga 30 persen. Tahun lalu total penjualan di angka 1900. Penjualan tahun ini diprediksikan di kisaran 1300 hingga 1400 unit. PT. Chakra Jawara adalah distributor tunggal truk Iveco di Indonesia. Truk-truk asal Italia ini masih 100 persen CBU (Completely Build Up). Sebagian besar truk-truk Iveco main di off-road, terutama di sektor pertambangan. Sebab itu, tidak mengherankan jika penjualan produk-produk Iveco ini lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi bisnis batu bara atau tambang.

Menariknya, menurut Rudhi, pada tahun ini penjualan kelas off-road dengan GVW di atas 24 ton juga turun. Data terakhir menunjukkan, truk-truk Jepang yang GVW di atas 24 ton juga masuk di pertambangan, terutama di tambang-tambang kecil yang hauling-nya tidak terlalu jauh. Begitu harga batu bara turun, mereka juga terkena dampaknya. Data GAIKINDO menunjukkan penurunannya sekitar 20 hingga 30 persen untuk truk-truk Eropa pada tahun ini. “Prediksi kami, hingga akhir tahun nanti, penjualan truk ikut terkoreksi mengikuti gejolak harga komoditas batu bara,” ujarnya.

Mencermati kondisi pasar heavy duty trucks truk yang terus  bergejolak mengikuti fluktuasi harga komoditas tambang, Chakra Jawara melakukan terobosan. Iveco di Indonesia selama ini dikenal sebagai pemain truk kelas heavy duty. Namun pada tahun 2015 mulai memasarkan truk on-road. “Kami tidak bisa hanya menawarkan apa yang kami punyai saat ini, sementara harga berpengaruh terhadap penurunan dari sisi volume. Sejak tahun 2015 kami menggarap pasar truk on-road,” ujarnya.

Sejak tahun 2015, Chakra Jawara mulai memperkenalkan truk Iveco 682 untuk segmen on-road, yang terdiri dari dua model, yakni tractor head dan rigid truck. “Data kami sejak tahun 2015 hingga 2018 menunjukkan kenaikannya hampir 200 persen. Pada tahun 2015, ketika baru diluncurkan, terjual 30 unit. Hingga tahun 2018 terjual 120 unit. Dari sisi volume, perkembangannya menggembirakan. Ini pencapaian yang cukup baik,” kata Rudhi.

Masih di segmen on-road, Iveco memperkenalkan tractor head kelas 4×2. “Kami melihat di pasar, untuk tractor head, volume terbesar itu ukuran 4×2, dan 30 persen di 6×4. Alhasil, tractor head 4×2 Iveco sekarang bisa bersaing di pasar,” ujarnya.

Tractor head  4×2 biasanya digunakan untuk  jarak pendek, seperti untuk mengangkut ekspedisi kapal laut, mengangkut kontainer dengan ukuran 20 feet. Juga konfigurasi axle 4×2 memungkinkan untuk melewati jalan-jalan yang lebih kecil. Sementara 6×4 lebih tepat untuk jarak jauh, dengan tarikan kontainer hingga 40 feet. “Pasar 4×2 ke depan akan semakin menjanjikan dengan konektivitas jalan tol yang makin luas. Pengiriman barang ke mana-mana akan lebih mudah menggunakan axle 4×2,” ungkapnya berpromosi.

Potensi besar di segmen on-road trucks mendorong Chakra Jawara untuk makin fokus menggarapnya pada tahun-tahun mendatang. Menurut Rudhi, untuk mengembangkan bisnis on-road trucks, tantangannya adalah harus memperbanyak kanal atau outlet. Dia mencontohkan pembukaan kantor cabang di kota Surabaya dengan segala kelengkapannya untuk memperkuat bisnis segmen on-road trucks.

Rudhi mengatakan truk-truk Iveco menawarkan banyak nilai tambah. Sebagai truk Eropa, kata dia, Iveco pasti memiliki teknologi yang sangat baik. Salah satu contohnya adalah pemasangan teknologi CAN Bus pada setiap unit yang memungkinkan customer dapat memonitor performa dari masing-masing truk.

“Perangkat ini sudah menjadi kelengkapan standar pada setiap unit. Data-data tersebut dapat ditarik secara real time maupun offline. Pelanggan tidak perlu ke lapangan untuk menarik data-data itu karena dapat ditarik secara telematik. Data-data yang bisa ditarik seperti pemakaian bahan bakar dan produktivitas. Para pemilik truk dapat mengatur jadwal perawatan rutin berdasarkan data-data itu,” dia menerangkan.

Selain itu, perusahaan-perusahaan ekspedisi bisa mengatur skedul perjalanan truk berdasarka data trafik yang disajikan. Data-data ini juga penting untuk safety. “Truk-truk yang terawat secara teratur dan yang selalu terkontrol pergerakannya pasti lebih aman daripada unit-unit yang tidak terpantau,” ungkap Rudhi.

Dari sisi durability, apalagi untuk on-road, truk-truk Eropa sudah teruji. Untuk aplikasi tambang, misalnya, truk-truk Iveco sudah dirancang sesuai tuntutan kondisi medan.

Sementara untuk menekan operating cost dari sisi bahan bakar, Iveco selama ini menggunakan engine Cursor 13, yang terkenal dengan pemakaian bahan bakar yang sangat rendah, dengan kisaran 16 – 18 liter per jam untuk unit-unit yang full hauling. “Kami sudah cukup lama menjual unit-unit ini dan para customer puas dengan pemakaian bahan bakar yang efisien,” ujarnya.

Selain bahan bakar, komponen biaya lainnya adalah harga suku cadang. Untuk menekan harga suku cadang, Chakra Jawara menerapkan strategi sourcing, yakni dengan membuat beberapa parts di produsen lokal. Hal ini mendukung kebijakan Lartas (Larangan Terbatas) yang dikeluarkan pemerintah. Intinya, kalau memang ada komponen yang bisa diproduksi secara lokal, mengapa mesti diimpor. “Kami mendukung kebijakan yang dimaksudkan untuk mengurangi defisit neraca perdagangan ini,” ujarnya.

Selain itu, semua produk Iveco sudah memenuhi syarat untuk menggunakan bahan bakar B30 yang akan mulai diterapkan mulai Januari 2020. “Ini berdasarkan hasil uji coba yang sudah dilakukan. Jadi, engine-engine kami tidak ada masalah dengan rencana implementasi B30,” tandasnya.#

 

Related posts

Virtual Leadership

Apa Keunggulan Industri Machine Tool Taiwan?

SANY Perkasa Apresiasi Customer Melalui Service Value

William Syukur