Salah satu tantangan terbesar industri saat ini adalah efektivitas. Bagaimana memaksimalkan kinerja modal, bahan, mesin dan tenaga ahli sehingga menghasilkan produktivitas yang optimal. Diperlukan solusi teknis dan strategis agar efektivitas kerja utamanya untuk mesin industri bisa dimaksimalkan. Untuk memenangkan tantangan ini, terdapat beberapa persoalan yang harus dijawab dan diatasi dengan tepat. Sebuah survei diadakan tiga tahun silam kepada para pelaku industri mengenai kebutuhan sekaligus keinginan pelanggan dalam memutuskan vendor alat berat.
Teknologi mumpuni dan interpretasi tenaga ahli

Setidaknya ada beberapa telematica technology yang digunakan Trakindo untuk menghimpun electronic data. Yang pertama adalah teknologi dari Cat, yakni Produk Link (PL). Fungsinya seperti remote monitoring, memudahkan pelanggan untuk tahu posisi hingga kondisi kesehatan alat-alat beratnya. Jika nanti ada kondisi abnormal pada mesin, PL akan mengirimkan laporan ke pelanggan maupun Trakindo.
“Begitu ada alert, misalnya temperaturnya tinggi, pelanggan akan menerima email dan SMS langsung ke telepon seluler. Baru setelah itu dari tim kami langsung berkomunikasi dengan pelanggan,” jelas Nana.
Dari data yang ditampilkan PL, komunikasi antara dealer dan customer pun disesuaikan dengan level. “Kalau level satu kami hanya memberitahu saja, level dua kami membuat catatan perbaikannya, biayanya berapa. Untuk level empat dan lima kami bisa mengerjakan,” paparnya.
PL akan tervisualisasi lewat aplikasi Vision Link. Lewat software tersebut pelanggan bisa memantau posisi produk dimana, history schedule PM termasuk alert yang paling aktual. Nana mencontohkan, jika ada unit yang mendapat alert, customer dan dealer akan bisa mengetahui secara pasti unit mana yang bermasalah. Termasuk customer bisa memprediksi kapan PM dilakukan untuk unit tersebut. “Nanti setiap customer diberi username dan password sendiri,” jelasnya.
Calon pelanggan juga berkesempatan untuk mencoba teknologi ini. Pasalnya, PL bisa request percobaan beberapa bulan sebelum membeli. Trakindo sendiri menyediakan layanan uji coba dengan menyiapkan sistem, namun tetap ada biaya bulanan.
Selain PL, ada juga teknologi HiTREN untuk monitoring di marine dan genset. Jika PL bisa diakses melalui Web page VisionLink, HiTREN juga menggunakan Web base untuk Network Monitoring System (NMS). “Basic-nya google map, sehingga pergerakan mesin marine bisa di-tracking,” ujarnya. Meski bukan produk CAT, Trakindo tetap menyediakan HiTREN karena tingginya permintaan dan sebagai alternatif penggunaan teknologi dengan biaya yang lebih terjangkau. Solusi teknologi lain yang digunakan di marine dan Genset adalah eGenKit, yang diproduksi oleh Power Instrument Singapore.
Selain itu, data juga dihimpun melalui proses Schedule Oil Sampling (SOS). SOS Laboratory Manager Trakindo, Mukhlisin, menjelaskan SOS ini hampir mirip dengan uji darah saat medical check up. Dengan analisa oli akan diketahui bagaimana kondisi alat. “Oil pada mesin itu ibarat darah dalam tubuh manusia, kita bisa tahu kondisi kesehatan peralatan,” terang Mukhlisin.
Secara lebih lengkap SOS sendiri merupakan proses yang didesain untuk mengubah data analisa cairan, bisa berupa oli, bahan bakar, solar, untuk menjadi informasi yang berguna mengenai kesehatan unit. Informasi ini digunakan untuk mengelola unit, meningkatkan availability dan menurunkan biaya operasionalnya.
“Namun di SOS Lab, data dari oil analysis hanya salah satu dari Condition Monitoring Tools. Karena harus digabungkan dengan tools lainnya. Seperti untuk mendeteksi kesehatan manusia, tidak bisa hanya memakai tes darah saja, perlu ada pengecekan lainnya,” paparnya.
Keuntungan dari SOS adalah customer bisa memprediksi penyebab dari keausan sebuah peralatan. Apakah terkontaminasi atau ada kondisi aus yang berlebih. Akhirnya, sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah, customer atau dealer bisa mengetahui penyebabnya dan hanya perlu melakukan perbaikan-perbaikan kecil.
Pengambilan oil untuk tahap SOS ini sendiri ada standar prosedurnya. Mukhlisin menjelaskan, dealer terlebih dahulu akan menyosialisasikan cara-cara pengambilan sample yang benar. “Kalau tidak ikut prosedur nanti mungkin ada debu yang masuk, ada water contamination dan sebagainya,” ia mengingatkan.
Setelah diambil, sampel akan dikirim ke laboratorium Trakindo terdekat untuk dianalisis. “Kami memiliki empat lab yang ada di Jakarta, Balikpapan, Batu Hijau dan Timika di Freeport,” ujarnya. Laboratorium Trakindo sudah terakreditasi ISO 17025 Quality dan Management.
Mukhlisin mengatakan, setelah data sampai ke customer, dealer mengharapkan ada feedback untuk report rating abnormal atau critical. “Tujuannya untuk mengetahui apakah action yang dilakukan di lapangan hasilnya telah menyelesaikan masalah atau belum,” paparnya. Mukhlisin memastikan hasil data di laboratorium bisa diperoleh 1×24 jam. “Kecepatan pelaporan ini sebagai value added.”
Terakhir, data-data tersebut bermuara di intrepretor. Condition Monitoring Manager Trakindo, Ivan Sampe menambahkan divisinya berperan untuk memberikan rekomendasi terhadap alert yang muncul pada setiap level EM Solution. Condition Monitoring (CM) mengolah data dan memberikan rekomendasi aksi terhadap peralatan. “Informasi ini disampaikan lewat command center atau region level karena alert ini bukan hanya ke pelanggan namun juga ke dealer,” paparnya.
Informasi yang cepat akan mempercepat intepretasi pula, sehingga bisa segera didapat aksi yang harus dilakukan. “Cat EMSolutions ini dibuat sebagai satu proses yang kami ingin lebih proaktif, konsultatif dan responsif dengan cara mengkomunikasikan ke pelanggan bilamana ada alert,” terangnya.
Ivan menegaskan pentingnya CM dalam sebuah industri. Customer bisa mengetahui informasi di mesin menjadi feedback yang berguna. “Informasi yang ada di mesin ini sangat berharga sebenarnya. Dan dengan adanya CM itu jauh lebih murah karena dapat mendeteksi gejala, sehingga bisa cepat mengambil tindakan sebelum komponen itu rusak,” pungkas Ivan.@


