
Trakindo memberikan solusi untuk efisiensi dan produktivitas.
Salah satu tantangan terbesar industri saat ini adalah efektivitas. Bagaimana memaksimalkan kinerja modal, bahan, mesin dan tenaga ahli sehingga menghasilkan produktivitas yang optimal. Diperlukan solusi teknis dan strategis agar efektivitas kerja utamanya untuk mesin industri bisa dimaksimalkan. Untuk memenangkan tantangan ini, terdapat beberapa persoalan yang harus dijawab dan diatasi dengan tepat. Sebuah survei diadakan tiga tahun silam kepada para pelaku industri mengenai kebutuhan sekaligus keinginan pelanggan dalam memutuskan vendor alat berat. Product Support Marketing Manager PT Trakindo Utama, Rozy Andrianto, memaparkan hasilnya.
Setidaknya ada tiga kata kunci yang dapat menjawab tantangan tersebut. Proaktif, yang artinya lebih dahulu tahu sebelum pelanggan meminta. Responsif, segera bertindak berdasarkan data atau permintaan, serta Konsultatif, yang merepresentasikan dialog yang komprehensif dari sisi teknikal.
Atas dasar kebutuhan tersebut, maka Trakindo mengeluarkan service Equipment Management Solution (Cat EMSolutions) yang diadopsi dari Caterpillar (Cat). Sederhananya, jasa ini memastikan tugas monitoring dan penggunaan mesin berkurang guna menjamin hasil kerja maksimal dengan biaya seminimal mungkin. Sehingga para pelaku industri dapat lebih fokus terhadap produktivitas di lapangan, tanpa perlu banyak memikirkan mengenai kondisi peralatan mereka.
Cat EMSolutions fokus pada beberapa faktor. Pertama, performa mesin. Sistem mesin yang terawat menghasilkan pekerjaan yang sebaik mungkin, menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dengan harga operasional yang lebih rendah. Kedua, kesehatan mesin. Mesin yang jarang di bengkel tentu akan menambah efisiensi.
Ketiga, maintenance dan reparasi yang direncanakan. Dengan menerapkan program maintenance yang dianjurkan membuat Anda dapat mengidentifikasikan secara cepat masalah kecil sebelum menjadi kerusakan yang besar. Terakhir, keselamatan kerja dan keamanan. Mesin yang dikelola dengan baik lebih sedikit menyebabkan kecelakaan, dan lokasi serta penggunaan mesin yang dilacak dengan baik menjamin mesin tidak dicuri atau digunakan tanpa izin.
Fleksibel dalam 5 level
Setiap pelaku industri memiliki kebutuhan yang berbeda-beda terhadap manajemen peralatannya. Tergantung pada nilai aset, nilai alat berat serta utilisasi kritikal.
Rozy menggambarkan, ada industri yang memiliki aset yang sangat tinggi. Produktivitasnya berjalan selama 24 jam non-stop. Apabila ada salah satu alat yang berhenti bekerja, maka hal itu menyebabkan kerugian yang sangat besar. Maka, keakuratan waktu Proaktif, Responsif dan Konsultatif menjadi sangat penting. Namun, ada juga alat yang hanya dipakai 5 jam sehari, semisal untuk proyek pembangunan jalan. Sehingga kekritisannya tidak sebesar industri sebelumnya.
Untuk memenuhi kebutuhan Proaktif, tambah Rozy, maka Trakindo mesti memiliki data yang akurat dari alat-alat tersebut. Setelah data terkumpul, barulah dianalisis, diinterpretasi dan disampaikan kepada pelanggan mengenai kondisi alat berat tersebut.
“Cat, sebagai principal kami, sudah memiliki teknologi yang memungkinkan kami menjadi proaktif. Dengan alat telematika yang dipasang dalam mesin maupun alat berat lainnya, maka secara berkala alat tersebut mengirimkan electronic data. Melalui alat telematika ini, pelanggan dapat melacak kinerja (working/idle), lokasi, odometer, hingga level bahan bakar dalam sebuah alat,” paparnya.
Selain melalui electronic data, tim Trakindo juga menghimpun informasi melalui inspeksi visual dari lapangan, melacak jejak perbaikan dalam record history, menggali data dari site condition, serta menganalisis cairan melalui Scheduling Oil Sampling (SOS).
Untuk mendapatkan informasi dari paket lengkap tersebut dibutuhkan biaya yang lebih tinggi. Dan mungkin tidak semua pelanggan membutuhkan keseluruhan data tersebut. Maka, Trakindo membuatnya lebih mudah. Cat EMSolutions dibagi lagi ke dalam 5 level yang memudahkan untuk diadopsi.
“Semakin tinggi levelnya, semakin banyak data yang tersedia sebagai informasi. Ibarat kita melakukan medical check up. Yang paling sederhana adalah cek tekanan darah, kemudian cek darah, cek urin, feses dll. Sama seperti itu, ada beberapa data yang bisa diterima sesuai dengan tingkat levelnya,” ungkapnya.
Connected Worksite Technology Manager PT Trakindo Utama, Nana Suryana, menjelaskan cakupan data yang disediakan dalam lima level.
Level pertama, Access. Trakindo menanamkan alat telematika ke dalam peralatan, dan pelanggan dapat memonitornya melalui SMS alert maupun tampilan untuk memonitornya. Alat telematika akan memberikan gambaran apakah alat atau mesin yang dipasang tersebut digunakan secara maksimal atau tidak. Selain itu, pelanggan juga mendapatkan pelatihan yang komprehensif untuk membaca condition monitoring yang ditampilkan dalam bentuk SMS maupun dalam akses ke dalam situs monitoring.
Level dua, Inform. Selain mendapat paket level pertama, pelanggan juga akan mendapatkan monthly report. Pelanggan mendapatkan informasi dari Alat Telematica (Telematic Technology) dan sekaligus juga dari SOS lab mengenai kondisi alat-alat yang mereka miliki. “Walauun dalam level ini mayoritas pelanggan mengurus sendiri schedule dan planning, tetapi kami berusaha mendukung dari sisi data,” terang Nana.
Lanjut ke level tiga, Advice, pelanggan sudah mulai mendapatkan rekomendasi dalam laporan-laporan yang dikirimkan. Kami juga sudah mulai membantu pelanggan menggunakan aplikasi Infotrak untuk fungsi planning dan scheduling. Selain itu adapula dukungan instrumen petunjuk Dashboard untuk kondisi mesin mereka. “Jadi, condition monitoring/health sudah bisa dilihat,” paparnya.
Pada level empat, Support, dan lima yakni Manage, Nana mengungkapkan, sebenarnya Trakindo sudah memberikan pelayanan yang all in. Namun, pada level empat, lebih fleksibel pembagian monitoring antara pelanggan dan Trakindo.
“Misalnya Trakindo diserahkan overhaul (bongkar pasang), sementara pelanggan di bagian Preventive Maintenance (PM) tertentu saja, disesuaikan dengan item-item kontrak yang telah disepakati,” jelasnya. “Sementara pada level lima semua pekerjaan diserahkan ke Trakindo. Ibaratnya, Trakindo diserahkan semua alat untuk dirawat.”



