Equipment Indonesia , Jakarta – PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp19,53 triliun (Rp5.378 per saham) pada 2024, turun 5% dibanding tahun 2023 (year on year/yoy) sebesar Rp20,61 triliun (Rp5.675 per saham). Penurunan laba ini terjadi di tengah kenaikan 5% pendapatan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) tersebut.
“Laba bersih perseroan turun 5% menjadi Rp19,5 triliun, terutama disebabkan laba kotor yang lebih rendah dari bisnis pertambangan batu bara termal dan metalurgi, serta peningkatan beban bunga,” kata manajemen perseroan dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (11/3/2025).
Manajemen UNTR mengungkapkan, pendapatan bersih konsolidasian perseroan mencapai Rp134,4 triliun pada 2024. Hasil ini naik 5% dibanding pendapatan bersih konsolidasian perseroan sebesar Rp128,58 triliun di tahun 2023.
Pendapatan bersih tersebut dikontribusi dari segmen kontraktor penambangan sebesar Rp58 triliun. Disusul Rp37,3 triliun dari segmen mesin konstruksi. Kemudian sebesar Rp26 triliun dari segmen pertambangan batu bara termal, dan sekitar Rp9,9 triliun dari segmen pertambangan emas dan mineral lainnya.
Sepanjang 2024, pendapatan di segmen kontraktor penambangan tumbuh 8% lebih tinggi dari tahun 2023, serta segmen mesin konstruksi yang juga naik 2% dari tahun sebelumnya. Sementara, pendapatan UNTR dari segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi justru turun 15% dibanding tahun 2023.
Khusus di segmen pertambangan emas dan mineral lainnya, UNTR mencatatkan lonjakan pendapatan bersih hingga 90% dibanding 2023. “Grup perseroan memasuki bisnis nikel dan sedang dalam proses pengembangan aset nikel tersebut,” tulis manajemen UNTR.
Manajemen UNTR memaparkan, penjualan alat berat merek Komatsu pada tahun 2024 turun 16% menjadi 4.420 unit dari 5.270 unit pada 2023. Ini disebabkan oleh penurunan penjualan di sektor pertambangan, konstruksi, dan kehutanan. Dari total keseluruhan penjualan alat berat, sebesar 65% diserap sektor pertambangan, 16% diserap sektor konstruksi, 11% ke sektor perkebunan, dan sisanya sebesar 8% diserap sektor kehutanan.
“Berdasarkan riset pasar internal, pangsa pasar alat berat merek Komatsu sebesar 26%. Komatsu tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar di sektor pertambangan,” tegas manajemen UNTR.
Penjualan produk merek lainnya, yaitu truk dari Scania dan UD Trucks turun 39% dan 14% menjadi 436 unit dan 234 unit, terutama disebabkan oleh turunnya permintaan di sektor pertambangan.
Pendapatan bersih dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat sedikit meningkat sebesar 1% menjadi Rp11,6 triliun. Pendapatan bersih dari mesin konstruksi meningkat 2% menjadi Rp37,3 triliun, terutama disebabkan oleh bauran produk dan pendapatan yang lebih tinggi dari suku cadang dan jasa.
Pada unit usaha di bidang kontraktor penambangan, bisnis perseroan dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). PAMA dan KPP Mining (PAMA Group) menyediakan jasa penambangan untuk para pemilik konsesi tambang, dengan membantu mereka dalam produksi batu bara dan mineral lainnya, dan pekerjaan pemindahan tanah.
Sampai dengan kuartal IV- 2024, PAMA Group mencatat peningkatan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 5% menjadi 1.217 juta bcm dan volume produksi batu bara untuk para kliennya sebesar 15% menjadi 148 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar 8,2x.
Sementara itu, unit usaha perseroan di bidang pertambangan batu bara termal dan metalurgi dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources). Tambang batu bara Turangga Resources mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 10,2 juta ton (termasuk 3,2 juta ton batu bara metalurgi). Total volume penjualan batu bara termasuk batu bara pihak ketiga mencapai 13,1 juta ton, 11% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
“Pendapatan segmen usaha pertambangan batu bara termal dan metalurgi turun sebesar 15% menjadi Rp26 triliun. Ini disebabkan oleh penurunan rata-rata harga jual batu bara,” ungkap manajemen UNTR.
Sementara itu, di bisnis emas dan mineral lainnya, pendapatan UNTR meningkat 90% menjadi Rp9,9 triliun. Lonjakan pendapatan lini bisnis ini terutama disebabkan oleh menguatnya harga jual emas.
Anak usaha UNTR yang bergerak di bidang pertambangan emas, PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR) mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 232 ribu ons, 32% lebih tinggi dibandingkan tahun 2023.
PTAR mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Martabe mencatatkan penjualan setara emas sebesar 230 ribu ons atau naik 31% dari periode yang sama tahun 2023.
SJR mengoperasikan tambang emas di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. SJR mencatatkan 1,8 ribu ons penjualan setara emas karena baru saja memulai penjualan pada kuartal keempat tahun 2024.
Sementara itu, untuk bisnis nikel perseroan dijalankan oleh PT Stargate Pasific Resources (SPR) yang mengoperasikan tambang nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. SPR mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 1,975 ribu wet metric ton (wmt) sampai kuartal keempat tahun 2024. Ini terdiri dari 693 ribu wmt saprolit dan 1,282 ribu wmt limonit.
Adapun Nickel Industries Limited (NIC) dengan kepemilikan sebesar 19,99% merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dengan aset utama berlokasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera.
UNTR mencatat equity income dari NIC untuk periode 12 bulan sejak kuartal terakhir tahun 2023 sampai dengan sembilan bulan pertama tahun 2024. Operasional Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) NIC melaporkan penjualan 34,4 ribu ton logam nikel pada kuartal keempat tahun 2023 dan 96,3 ribu ton logam nikel dalam sembilan bulan pertama di tahun 2024.
UNTR mengakuisisi saham NIC melalui anak usahanya, PT Danuasa Tambang Nusantara (DTN) pada bulan September 2023. Aksi strategis UNTR dalam pengambilan 19,99% kepemilikan saham di NIC merupakan salah satu langkah penting dalam diversifikasi dan ekspansi bisnis di industri mineral.
NIC memiliki 80% saham di PT Hengjaya Mineralindo (perusahaan tambang nikel) yang merupakan salah satu pemasok terbesar bijih limonit dan saprolit high-grade ke IMIP. NIC memiliki saham mayoritas dan mengoperasikan dua belas lines RKEF.
Rampingkan bisnis tambang batu bara
Memasuki bulan Maret 2025, UNTR merampingkan lini bisnis tambang batu bara supaya operasional perseroan ke depan lebih terfokus. Terbaru, UNTR menyampaikan keterbukaan informasi mengenai perampingan lini bisnis ini pada Selasa (04/3/2025).
Sara K Loebis, Sekretaris Perusahaan UNTR, menjelaskan, informasi kali ini terkait penjualan seluruh saham PT Borneo Berkat Makmur (BBM), perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara oleh perusahaan terkendali UNTR, yaitu PT Tuah Turangga Agung (TTA).
“Di mana BBM memiliki 60% dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam PT Piranti Jaya Utama (PJU), suatu perseroan terbatas yang bergerak di bidang pertambangan batu bara,” ungkap Sara dalam keterbukaan informasi, Selasa (04/3/2025).
Sara menjelaskan, pada 03 Maret 2025, TTA telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham (PPJB) dengan PT Reswara Minergi Hartama (RMH) untuk penjualan 100% saham milik TTA dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam BBM.
“Tujuan transaksi ini adalah untuk merampingkan lini bisnis tambang batu bara perseroan dalam rangka menjalankan proses operasi yang terfokus, efektif dan optimal,” kata Sara.
Setelah pemenuhan persyaratan pendahuluan (condition precedents) atas transaksi, RMH secara tidak langsung memiliki saham 60% yang dimiliki oleh BBM pada PJU. RMH merupakan anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM).
Menurut Sara, setelah penandatanganan PPJB ini, baik TTA dan RMH akan menggunakan usaha yang wajar untuk melakukan pemenuhan persyaratan pendahuluan dengan tanggal akhir penyelesaian akan jatuh paling lambat pada kuartal ke-2 tahun 2025 atau pada waktu lain yang disepakati oleh TTA dan RMH.
“Nilai keseluruhan atas transaksi adalah sebesar US$34,20 juta atau setara dengan nominal Rupiah yang akan dibayarkan pada saat penutupan transaksi,” katanya. EI


