Equipment APP.
back to top
Sunday, January 11, 2026
spot_img
More
    HomeFeature"Dusaspun Memikirkan Semua Keperluan Manusia Sampai ke Ujung Dunia"

    “Dusaspun Memikirkan Semua Keperluan Manusia Sampai ke Ujung Dunia”

    Nyoto Irawan 3
    Gorong-gorong Dusaspun

    Dusaspun merupakan pelopor beton pracetak di Indonesia. Nyoto Irawan merintis bisnis ini sejak sekitar 34 tahun lalu (1982) ketika jalan tol dalam kota Jakarta belum ada sama sekali. Jalan tol Gatot Subroto baru dibangun pada 1985-1986. Awalnya dia masuk di proyek kontraktor. Di sana ia melihat bagaimana beton precast untuk keperluan pembuatan jalan dan saluran air diangkat secara manual dan digelundungkan begitu saja ke jalan. Belum ada crane atau alat pengangkat berat seperti sekarang ini. Semuanya dikerjakan dengan tenaga manusia. Dari 10 beton precast pasti ada 2-3 buah yang pecah. Rojokan saja pakai tangan. Entah itu di bagian atas atau ujungnya.

    Kondisi kerja tersebut menginspirasi dirinya untuk membuat beton precast yang quality oriented. “Saya pikir kalau begini terus, bagaimana kualitas proyeknya. Baru digelindingin begitu saja, sudah pecah sendiri,” tuturnya mengenang masa awal merintis bisnis ini.

    Saat tol dalam kota mulai dikerjakan, Dusaspun menyuplai banyak beton precast. Menurutnya, saat itu tidak ada produsen yang mampu menyuplai dalam waktu cepat, sampai sekian banyak jumlahnya dan dengan standar kualitas tinggi. Salah satu rahasia sukses awal yang diraih perusahaan ini adalah karena kerja sama dengan JICA Jepang. Saat itu semua desain langsung dari JICA Jepang. Lisensinya dari mereka. Jadi standarnya Jepang semua.

    Pada 1987, Dusaspun mendapat pekerjaan untuk melakukan micro tunneling pertama di daerah Jalan Sudirman. Ini pekerjaan pipa jacking pertama di Jakarta. Cara kerjanya unik, yakni membuat gorong-gorong tanpa digali tetapi saluran pipa beton yang didorong untuk membentuk terowongan sendiri. “Kalau gali, Jakarta bisa macet parah,” ia menjelaskan sembari tersenyum.

    Kerja sama awal dengan pihak JICA Jepang membuka jalan bagi Dusaspun menggarap pasar di Negeri Sakura itu. Karena mutunya bagus, sesuai dengan standar Jepang,  produk-produk beton pracetak Dusaspun diekspor ke Jepang. “Beton precast tidak mudah masuk ke Jepang, kalau mutunya tidak benar-benar bagus. Produk kami harus bisa mengikuti standar mereka,” tuturnya.

    Baca Juga :  Sumitomo dan Oscarmas rayakan 10 tahun kerja sama melalui padel turnamen

    Selain menggarap pasar Jepang, produk-produk Dusaspun dewasa ini sudah merambah hingga ke Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Singapura, Malaysia, Filipina, Hong Kong hingga Tiongkok. Bahkan produk-produk Dusaspun sudah digunakan untuk proyek pembangunan mesin pembangkit tenaga nuklir di Cina melalui anak perusahaannya.

    Dusaspun saat ini mengembangkan empat divisi bisnis: infrastruktur, arsitektur, environment, dan miscellanous attachments. Contoh produk-produk infrastruktur, antara lain, saluran-saluran pipa air dan gorong-gorong. Sementara panel-panel struktur masuk kategori produk arsitektur. Khusus yang terkait dengan environment, sejak 1984-85, Dusaspun sudah menjalin kerja sama dengan Universitas Indonesia men-develop suatu enzym yang memungkinkan septic tank menjadi lebih ramah lingkungan. Dengan menggunakan septic tank Dusaspun ini, kotoran manusia itu di-digest sendiri oleh bakteri yang di alam memang sudah ada. Tidak perlu pakai mekanis atau reaksi kimia. Air hasil proses mikrobiologinya bisa langsung dilempar ke saluran pembuangan, karena sudah ramah lingkungan.

    Inovasi lainnya terkait dengan produk ramah lingkungan adalah pembuatan water tank yang tetap menyimpan air bersih ketika terjadi banjir. Ide ini muncul karena kota Jakarta kerap dilanda banjir. Saat terjadi banjir, hampir semua bak penampung air bersih terpolusi karena rembesan air kotor. Dengan menggunakan tangki air Dusaspun ini, bak penampung air bersih  untuk keperluan cuci-cuci  dan cadangan air tidak lagi terkontaminasi. Sedangkan contoh produk-produk miscellanous adalah separator busway dan untuk perlu MRT.

    Berbicara tentang keunggulan produk-produk Dusaspun, Nyota Irawan  cenderung merendah. “Kami berangkat dari membuat pipa beton. Namun, sekarang sudah banyak orang yang bisa membuat pipa beton dan semua orang bisa saja mengklaim dirinya mampu membikin produk yang berkualitas. Tentu bisa dipertanyakan lebih lanjut pipa beton seperti apa yang benar-benar berkualitas?” ucapnya.

    Baca Juga :  Permintaan Alat Berat Makin Meningkat

    Lantas apa yang membedakan produk Dusaspun dari yang lain? “Kami mempunyai dukungan technical service yang begitu kuat. Bermacam-macam bentuk beton precast dalam hitungan jam dapat dikirim langsung ke site. Jadi, kami tidak hanya menjual barang tetapi juga servis, dan servisnya gratis,” urai pria kelahiran Semarang ini meyakinkan.

    Perbedaan lainnya, ia melanjutkan, Dusaspun membuat produk concrete berdasarkan suara customer. “Kami sangat memperhatikan keluhan dari customer. Apapun keluhan mereka, kami langsung mengambil tindakan. Katakan, produknya pecah atau mungkin tidak sesuai desain, maka tim sales dan produksi akan langsung berkunjung ke lapangan tanpa perlu mencari-cari kesalahan. Jadi, Dusaspun kalau menghadapi masalah, kami tidak mencari-cari persoalan tetapi mencarikan solusi dulu. Bedanya di situ Dusaspun dengan yang lain.”

    Nyoto Irawan mengklaim Dusaspun sebagai salah satu precaster yang inovatif. Terbukti, setiap tahun perusahaan ini mengeluarkan produk baru sesuai kebutuhan pasar. Salah satu contoh produk inovatifnya adalah pembuatan septic tank dengan enzym.

    Namun, ada tiga kategori produk Dusaspun yang berhasil meraih sertifikasi MURI. Yang pertama adalah pembuatan kubah masjid berukiran dengan diameter 14 m. Kubah ini merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Produk inovatif kedua adalah pembuatan rumpon untuk tempat kehidupan biota laut sekaligus sebagai penangkal arus di Banten.  Produk ini sekaligus untuk menangkal erosi di pantai Cilegon. Produk terakhir, yang tidak kalah serunya adalah peti mati dari beton yang sekarang banyak dipakai di San Diego Hills, Karawang. “Dusaspun memikirkan semua keperluan manusia sampai ke ujung dunia, yakni rumah masa depan,” ujarnya sambil tersenyum.

    Untuk mengembangkan ide-ide kreatif ini, Dusaspun punya tim product development dan design development. Dia mencontohkan produk-produknya berupa pot bunga yang diekspor ke Singapura dan Australia. Modelnya sangat kreatif dan hal seperti itu yang disukai pasar luar negeri.

    Baca Juga :  Diesel One Group, Spesialis Penyedia Suku Cadang Truck & Heavy Equipment

    Untuk mengembangkan bisnisnya ke depan, Dusaspun mengusung visi baru: Visi 2020. Untuk mewujudkan visi 2020 itu, terdapat tiga sila yang menjadi panduan. Sila pertama, kami harus memajukan karyawan, memperkuat integritas di bidangnya, loyalitas, dan kemampuan servis ke luar. Sila kedua, kami memberikan servis yang maksimal kepada customer. Sila ketiga, pertumbuhan perusahaan. Intinya, perusahaan harus bisa untung.

    Menurutnya, semua sila tersebut berangkat dari nomor satu. “Aset kami adalah karyawan. Kami mau mendidik mereka mulai dengan memberikan pelatihan lewat Dusaspun University. Mereka harus profesional dan berintegritas,” kata pria yang  menjadi wakil ketua ICCC (Indonesia Canada Chamber of Commerce) ini sembari berharap agar suatu waktu Dusaspun University menjadi universitas beneran.

    RELATED ARTICLES

    Most Popular

    Recent Comments